Pak Gubernur Sumbar dan Pak Bupati Agam, Lihatlah…Proyek Pelebaran Jalan di Kampung Bapak Dibengkalaikan oleh Kontraktor

METROBATAM.COM, AGAM – Pekerjaan proyek pelebaran jalan di Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus menuai polemik di masyarakat, pasalnya sepanjang jalan dari Pulai ke Simpang Gadut ini terkesan diabaikan pengerjaanya apalagi tanpa adanya papan nama informasi.

Pelebaran jalan yang saat ini berlangsung diduga tidak mempunyai SOP,  karena dalam pengerjaannya belum selesai pengecoran sisi kiri, sisi kanan sudah digali mengunakan Compact excavator hal ini sangat disesalkan oleh masyarakat yang rumah tepat di tepi jalan, karena tidak ada informasi sebelumnya ke warga untuk melakukan pengalian, diduga hanya untuk kepentingan proyek tersebut.

“Apalagi hingga saat ini proyek tersebut dibengkalaikan oleh kontraktor, sehingga sisi jalan yang garuk sudah hampir satu bulan dibiarkan begitu saja, hal ini akan berdampak kepada penguna jalan, apalagi pada jam-jam sibuk terutama di pagi hari, keadaan ini kalau dibiarkan dapat mengakibatkan kecelakaan, karena dalam galian sisi jalan hampir 20 cm,” ujar salah seorang Warga yang tidak mau disebutkan namanya. Kamis (08/12/22).

Saat ditanya kepada salah satu sopir dump truk yang mengangkut material galian, ia tidak tahu nama PT, atau CV apa yang mengerjakan, dan pihak kontraktor selaku penanggung jawab dalam proyek pembangunan pelebaran jalan itu tidak pernah berkordinasi atau melakukan pengawasan di lokasi.

Bacaan Lainnya

“Adapun pengerjaan jalan ataupun pelebaran jalan sampai saat ini tidak ada papan informasi tentang pekerjaan yang dilaksanakan, selain itu juga tidak diketahui siapa kontraktor yang mengerjakannya,” kata Warga.

“Kami juga berharap kepada pemerintah terutama kepada Bapak Gubernur  Sumbar dan Bapak Bupati Agam, pengerjaan proyek pelebaran atau perbaikan akses jalan poros penghubung  tolong diperhatikan dan diawasi dengan ketat pada pelaksanaan pekerjaannya,” harap Warga, mengakhiri.

(Hingga berita ini diturunkan, awak Media masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak terkait)

(**)

Pos terkait