GMERS XVI KAGAMA Sumbar Berlangsung Sukses, Angkat Semangat Bapantang Suruik di Rantau

PADANG, METROBATAM.COM — Kegiatan Gadjah Mada Entertainments and Research Show (GMERS) XVI yang diselenggarakan oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Sumatera Barat berlangsung sukses dan meriah. Kegiatan ini mengusung tema “Bapantang Suruik di Rantau, Maniti Ilmu di Gunuang Tinggi, Mambuek Sinar ka Nagari”, sebagai cerminan semangat juang dan pengabdian mahasiswa serta alumni UGM untuk daerah asal, Minggu, (25/01/2026).

Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, perwakilan Wali Kota Padang, serta Ketua KAGAMA Provinsi Sumatera Barat, bersama tokoh alumni dan undangan lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda Minangkabau yang menempuh pendidikan di perantauan.

Dalam sambutannya, perwakilan KAGAMA Sumbar menyampaikan bahwa GMERS XVI bukan sekadar ajang hiburan, melainkan wadah strategis untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta mendorong mahasiswa UGM asal Sumatera Barat agar terus berprestasi dan berkontribusi nyata bagi nagari.

Berbagai penampilan bakat dan minat mahasiswa Universitas Gadjah Mada asal Sumatera Barat turut memeriahkan kegiatan ini, mulai dari seni tari dan musik tradisional Minangkabau, pertunjukan modern, hingga kreativitas akademik dan kewirausahaan. Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi inspiratif, penguatan jejaring alumni, serta agenda pembinaan mahasiswa.

Bacaan Lainnya

Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dalam kesempatan tersebut mengapresiasi terselenggaranya GMERS XVI, yang dinilai mampu menjadi media positif dalam membentuk karakter generasi muda yang berilmu, berbudaya, dan berdaya saing, tanpa melupakan akar adat dan nilai-nilai kearifan lokal.

Dengan terlaksananya GMERS XVI ini, KAGAMA Sumatera Barat berharap semangat “Bapantang Suruik di Rantau” terus tertanam kuat di kalangan mahasiswa dan alumni, sehingga ilmu yang diraih di “gunuang tinggi” dapat menjadi cahaya dan membawa manfaat nyata bagi pembangunan nagari dan daerah Sumatera Barat secara berkelanjutan.

(Basa)

Pos terkait