METROBATAM.COM, BATAM – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan pentingnya menjaga kekompakan antara eksekutif dan legislatif sebagai kunci stabilitas pemerintahan serta keberlanjutan pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah Wakil Ketua III DPRD Kota Batam, Muhammad Yunus Muda, dalam rapat paripurna DPRD Batam, Rabu (28/1/2026). Muhammad Yunus Muda menggantikan Hendra Asman untuk sisa masa jabatan 2024–2029.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, saya mengucapkan terima kasih kepada Saudara Hendra Asman atas kontribusi dan peran strategisnya selama menjabat. Kepada Saudara Muhammad Yunus Muda, saya ucapkan selamat mengemban amanah sebagai Wakil Ketua III DPRD Kota Batam,” ujar Amsakar.
Menurutnya, hubungan kemitraan yang sehat antara eksekutif dan legislatif merupakan fondasi utama agar roda pemerintahan berjalan stabil dan berbagai program pembangunan dapat dieksekusi secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian kinerja pemerintahan selama hampir satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam pada tahun lalu mencapai 6,6 persen. Dengan masih adanya waktu sebelum rilis resmi data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2026, target pertumbuhan 7 persen dinilai realistis untuk dicapai.
Dari sisi fiskal, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam menunjukkan tren positif. PAD meningkat dari Rp 2,36 triliun menjadi Rp 2,58 triliun. Sementara itu, realisasi investasi juga melampaui target, dari yang semula ditetapkan Rp 60 triliun menjadi Rp 69,3 triliun.
Perbaikan turut terlihat pada indikator sosial. Tingkat Pengangguran Terbuka turun dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen, sedangkan angka kemiskinan menurun dari 4,8 persen menjadi 3,81 persen.
“Data-data ini menunjukkan bahwa sinergi antara Pemerintah Kota Batam, DPRD, dan BP Batam berjalan dalam satu arah yang sama,” katanya.
Meski demikian, Amsakar menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama, seperti banjir, pengelolaan sampah, dan penyediaan air bersih. Ia menyebutkan, saat ini terdapat 18 reservoir yang mulai masuk dalam perencanaan, meski realisasinya membutuhkan proses dan waktu.
Menutup sambutannya, Amsakar mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga kekompakan dan membangun komunikasi yang saling menguatkan, sekaligus menghindari narasi yang dapat melemahkan semangat kolaborasi.
“Yang kita butuhkan adalah kebersamaan dan kekompakan. Dengan formasi pimpinan DPRD yang baru, saya berharap hubungan antara eksekutif dan legislatif yang selama 11 bulan 8 hari ini sudah berjalan sangat baik, ke depan akan semakin solid dan produktif,” pungkasnya. (kjp)














