AGAM, METROBATAM.COM — Peresmian hunian tetap bagi korban longsor dan banjir bandang di Nagari Sungai Landia berlangsung khidmat dan penuh haru. Program kemanusiaan ini diinisiasi oleh Zulfahmiadi, SHi, selaku Founder Yayasan Peduli Negeri (Ashpen) bekerjasama dengan Karang Waluh Group dari Kalimantan Selatan, Senin, (12/01/26).
Kegiatan peresmian tersebut turut dihadiri oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumbar Ahdiyarsyah, ST., MT. Hadir pula perwakilan Kakanwil Sumbar, Pemerintah Kabupaten Agam yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Taslim, S.Pd., M.Pd., Camat IV Koto, unsur Bensbchan, Wali Nagari Sungai Landia, serta para tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Zulfahmiadi menyampaikan bahwa hunian tetap tersebut secara khusus diberikan kepada anak yatim yang orang tuanya meninggal dunia akibat tertimbun longsor.
Menurutnya, bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan doa dari orang-orang baik agar anak-anak yatim tersebut dapat memiliki masa depan yang lebih layak dan aman.
“Hunian tetap ini kami berikan untuk anak-anak yatim yang kehilangan orang tuanya akibat bencana. Ini adalah doa dan ikhtiar dari orang-orang baik, agar mereka tetap memiliki harapan dan tempat tinggal yang aman,” ujar Zulfahmiadi dengan penuh haru.
Sementara itu, Taslim, S.Pd., M.Pd., dalam keterangannya menyebutkan bahwa Kabupaten Agam saat ini menjadi salah satu daerah yang cukup banyak terdampak bencana alam. Beberapa wilayah yang terdampak di antaranya Palembayan, Matur, Palupuh, serta daerah lainnya termasuk Sungai Landia.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Agam terus berupaya bangkit pascabencana, salah satunya dengan membangun hunian sementara bagi masyarakat terdampak, sembari menyiapkan solusi jangka panjang untuk pemulihan kehidupan warga.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Agam, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Karang Waluh Group dari Kalimantan Selatan serta seluruh pihak yang telah berkontribusi. Bantuan hunian tetap ini sangat berarti bagi warga kami yang terdampak bencana,” ungkap Taslim.
Peresmian hunian tetap ini diharapkan dapat menjadi awal pemulihan kehidupan para korban bencana, khususnya anak-anak yatim, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas antar daerah dalam menghadapi bencana alam.
(Basa)














