AGAM, METROBATAM.COM – Pasca diterjang bencana galodo beberapa waktu lalu, kawasan aliran Sungai Aia Tanganang kini menyimpan potensi ekonomi yang menjanjikan. Terlebih setelah TNI melakukan renovasi jembatan penghubung di kawasan tersebut, akses menuju lokasi semakin terbuka dan aman bagi masyarakat maupun pengunjung.
Aliran Sungai Aia Tanganang dinilai memiliki karakteristik yang sangat mendukung untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata arung jeram. Arus air yang stabil, jalur sungai yang memanjang sekitar satu kilometer, serta kontur sungai yang menantang menjadikannya cocok untuk olahraga wisata berbasis alam. Kondisi ini semakin ideal saat musim kemarau, di mana debit air cenderung stabil dan kejernihan air lebih terjaga.
Keindahan alam di sepanjang sungai menjadi daya tarik tersendiri. Aliran sungai tersebut diapit oleh perbukitan alami yang masih asri, dengan vegetasi hijau yang memberikan suasana sejuk dan panorama alam yang memanjakan mata. Air sungai yang jernih menambah nilai estetika sekaligus menjadi indikator lingkungan yang masih terjaga.
Pengembangan wisata arung jeram di Sungai Aia Tanganang dapat menjadi peluang baru dalam meningkatkan perekonomian nagari. Kehadiran wisatawan nantinya diharapkan mampu mendorong tumbuhnya usaha mikro masyarakat,
Pemanfaatan sungai sebagai objek wisata juga dinilai dapat meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Dengan pengelolaan yang baik dan melibatkan masyarakat serta pemerintah daerah, Sungai Aia Tanganang berpotensi menjadi salah satu ikon wisata alam unggulan pasca bencana.
Dukungan lintas sektor sangat dibutuhkan agar potensi ini dapat diwujudkan secara maksimal, mulai dari kajian teknis keselamatan, penataan kawasan, hingga promosi pariwisata. Dengan langkah yang tepat, Sungai Aia Tanganang tidak hanya bangkit dari dampak galodo, tetapi juga menjadi sumber harapan baru bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
(Basa)














