AGAM, METROBATAM.COM – Nagari Batagak menjadi lokasi terselenggaranya Workshop “Piring Mak Etek” yang diprakarsai oleh mahasiswa KKN Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Padang (FK UNP) pada Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas kader posyandu dalam upaya pencegahan stunting, sekaligus meningkatkan keterampilan teknis kader dalam pelayanan kesehatan dasar.
Acara dibuka oleh Ketua KKN FK UNP 2026, Akia Raihan Zamorano, yang menegaskan bahwa kader merupakan garda terdepan dalam memantau tumbuh kembang anak, sehingga penguasaan keterampilan deteksi dini dan edukasi gizi menjadi sangat penting.
Dalam sambutan perwakilan kader Nagari Batagak, disampaikan harapan bahwa workshop ini tidak hanya sekadar agenda KKN, tetapi mampu memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan posyandu setiap bulan.
Workshop kemudian menghadirkan pemateri utama, Dr. dr. Zuhrah Taufiqa, M.Biomed, yang memberikan penguatan mengenai peran penting kader dalam mencegah stunting melalui penimbangan yang benar, pencatatan akurat, serta kemampuan melakukan deteksi dini gangguan pertumbuhan. Para peserta juga dilatih melakukan plotting data berat badan dan panjang/tinggi badan ke grafik pertumbuhan WHO serta memahami cara membaca hasilnya, sehingga kader lebih terampil mengidentifikasi kondisi stunting maupun wasting sejak dini.
Materi selanjutnya menyoroti pemahaman kader tentang dampak stunting yang tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak, prestasi belajar, hingga kualitas hidup anak di masa depan.
Karena itu, kader didorong memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya asupan gizi yang tepat, terutama MP-ASI berbasis pangan hewani yang kaya protein dan asam amino esensial, seperti telur, ikan, ayam, dan daging.
Untuk memperdalam pemahaman praktis, peserta mengikuti sesi perancangan menu utama dan camilan bergizi melalui Emo Demo Games, sebuah permainan edukatif yang membantu kader belajar menyusun menu seimbang dengan cara menyenangkan dan mudah diingat. Kegiatan ini dilanjutkan dengan demo memasak, di mana mahasiswa KKN bersama kader mempraktikkan cara mengolah makanan tambahan yang sederhana, sehat, terjangkau, dan sesuai kebutuhan gizi anak. Tips pengolahan bahan makanan lokal yang aman dan hemat juga diberikan untuk memastikan menu yang dihasilkan dapat diaplikasikan oleh keluarga di rumah.
Suasana workshop berlangsung hangat dan interaktif. Para kader aktif bertanya mengenai variasi menu PMT, ukuran porsi ideal, cara menyiasati anak yang sulit makan, hingga kiat menggunakan bahan pangan lokal agar lebih praktis dan terjangkau. Diskusi ini menjadi ruang berbagi pengalaman antara mahasiswa dan kader, sekaligus memperkuat rasa percaya diri kader dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Melalui pelaksanaan Workshop “Piring Mak Etek”, mahasiswa KKN FK UNP 2026 berharap peningkatan kapasitas kader posyandu di Nagari Batagak dapat berkontribusi nyata dalam upaya pencegahan stunting serta mendukung terwujudnya generasi yang lebih sehat, kuat, dan cerdas. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi menjadi langkah awal bagi kader untuk semakin berdaya dan konsisten dalam menjalankan perannya sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat.
(Basa)














