AGAM, METTOBATAM.COM – Pasca diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu, akses penghubung antara Kecamatan Matur dan Kecamatan Palupuh mengalami kerusakan parah. Untuk memulihkan konektivitas dan aktivitas masyarakat, TNI bergerak cepat dengan menurunkan personel dari Yonzikon 12/KJ (Yon Zeni Konstruksi) yang dikenal sebagai Pasukan Laba-Laba Hitam, guna membantu pengerjaan jembatan panel di lokasi terdampak.
Pengerjaan jembatan tersebut dilaksanakan secara gotong royong dengan dukungan personel dari Yonif TP 897 Singgalang. Total kekuatan yang diterjunkan ke lapangan mencapai 75 personel, untuk mempercepat pemulihan akses vital antar kecamatan tersebut.
Menurut Pelda Suparmin, salah seorang perwira pengendali di lapangan, hingga saat ini pemasangan jembatan panel belum memiliki target waktu penyelesaian. Hal tersebut disebabkan oleh material jembatan yang belum lengkap, sehingga masih banyak komponen yang harus didorong dan didistribusikan ke lokasi pengerjaan.
“Kendala utama yang kami hadapi adalah kondisi jalan menuju lokasi yang sangat curam, sehingga proses pengangkutan material menjadi cukup berat dan membutuhkan tenaga ekstra,” ujar Pelda Suparmin.
Ia menjelaskan, jembatan panel yang akan dipasang memiliki panjang total 30 meter, namun saat ini akan dilakukan pemasangan sepanjang 12 meter, menyesuaikan dengan ketersediaan material di lapangan.
Jembatan panel tersebut merupakan jembatan bongkaran yang berasal dari kawasan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan, yang kini dimanfaatkan kembali untuk membantu daerah terdampak bencana.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, semangat dan dedikasi para prajurit TNI tidak surut. Kehadiran Yonzikon 12/KJ dan Yonif TP 897 Singgalang menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam membantu masyarakat, khususnya dalam situasi darurat pasca bencana.
Masyarakat setempat berharap, dengan terus didorongnya distribusi material dan cuaca yang mendukung, pengerjaan jembatan panel ini dapat segera diselesaikan sehingga akses transportasi, perekonomian, serta aktivitas sosial warga Kecamatan Matur dan Palupuh dapat kembali normal.
(Basa)














