AGAM, METROBATAM.COM — Bencana alam yang melanda Kabupaten Agam hingga kini masih menyisakan duka dan persoalan serius bagi masyarakat. Sejumlah infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, serta fasilitas umum lainnya dilaporkan masih berada dalam tahap perbaikan dan belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini membuat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di beberapa wilayah masih terganggu.
Di tengah upaya pemulihan pascabencana tersebut, muncul sorotan tajam dari masyarakat terkait kebijakan Pemerintah Kabupaten Agam, khususnya keputusan Bupati Agam yang disebut-sebut melakukan pembelian mobil dinas baru. Kebijakan ini dinilai tidak sejalan dengan kondisi daerah yang masih membutuhkan perhatian dan anggaran besar untuk pemulihan infrastruktur serta bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
Sejumlah warga menyampaikan keprihatinan dan mempertanyakan urgensi pembelian kendaraan dinas tersebut. Mereka menilai, di saat banyak masyarakat masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana, anggaran daerah seharusnya lebih diprioritaskan untuk kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik.
“Bencana belum selesai, jalan dan jembatan masih banyak yang rusak, tapi justru muncul kabar pembelian mobil dinas baru. Ini yang membuat masyarakat bertanya-tanya, apakah kebijakan ini benar-benar mencerminkan keinginan rakyat,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Mirisnya, hingga saat ini berbagai pertanyaan dan aspirasi masyarakat tersebut disebut belum mendapatkan tanggapan resmi dari pihak pemerintah daerah. Tidak adanya penjelasan terbuka dinilai semakin menambah kekecewaan publik serta memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat memberikan klarifikasi secara transparan terkait kebijakan tersebut, sekaligus menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap upaya pemulihan pascabencana. Keterbukaan dan komunikasi yang baik dinilai penting agar kepercayaan publik terhadap pemerintah tetap terjaga, terutama di masa sulit yang masih dihadapi Kabupaten Agam saat ini.
(Basa)














