MALALAK, AGAM, METROBATAM.COM – UPTD Puskesmas Malalak, Kabupaten Agam, menggelar kegiatan Lokakarya Mini pada Rabu (29/7/2026) sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC). Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Nagari Peduli TBC dan Langkah Konkret Pencegahan Penyakit Menular Tuberkulosis”.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, yakni Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Yori bersama tim dari Dinas Kesehatan Agam. Lokakarya dipimpin langsung oleh Kepala UPTD Puskesmas Malalak, Ns. Zulhelma Yetti, S.Kep, beserta seluruh jajaran Puskesmas.
Turut hadir Camat Malalak Ulya Satar, S.STP., M.Si, unsur Forkopimca, dinas terkait, Kapolsek IV Koto yang diwakili Bhabinkamtibmas Aiptu Atma, Danramil IV Koto yang diwakili Babinsa Nagari Malalak Selatan Serma H. Zainil A, Ketua TP-PKK Kecamatan Malalak Emelia Febriani, SE., M.Si, para Ketua TP-PKK Nagari se-Kecamatan Malalak, para wali nagari, ketua lembaga nagari, serta seluruh wali jorong se-Kecamatan Malalak. Kehadiran seluruh unsur tersebut menjadi bukti kuat dukungan lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Lokakarya Mini secara resmi dibuka oleh Camat Malalak Ulya Satar, S.STP., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung berbagai program kesehatan pemerintah, terutama upaya pencegahan dan pengendalian TBC yang membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh sejumlah narasumber yang membahas berbagai strategi percepatan penanggulangan TBC, penguatan peran nagari, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam mendeteksi dini dan mencegah penyebaran penyakit tersebut.
Dalam pemaparannya disampaikan bahwa berdasarkan data pemantauan UPTD Puskesmas Malalak, hingga Juli 2026 angka kasus TBC di wilayah Kecamatan Malalak menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini dinilai sebagai hasil kerja keras tenaga kesehatan, kader kesehatan, pemerintah nagari, serta dukungan seluruh lapisan masyarakat yang selama ini aktif menjalankan program pencegahan dan penanganan TBC.
Selain fokus pada TBC, narasumber juga menjelaskan pentingnya pelaksanaan imunisasi program dan imunisasi pilihan yang selama ini terus berjalan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mencegah berbagai penyakit menular. Program tersebut telah dilaksanakan secara berkesinambungan di Kecamatan Malalak sebagai implementasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Agam dan Pemerintah Pusat.
Dalam kesempatan itu juga disampaikan bahwa Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap upaya eliminasi TBC melalui sinergi lintas kementerian, yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Desa, yang bersama-sama mendorong terbentuknya Nagari Siaga TBC di seluruh daerah.
Sebagai bentuk komitmen nyata, seluruh pemangku kepentingan yang hadir melaksanakan penandatanganan Komitmen Peran Pemangku Kepentingan dalam Pelaksanaan Rencana Aksi Daerah (RAD) Tuberkulosis (TBC) Tingkat Kecamatan di Kabupaten Agam. Penandatanganan tersebut menjadi simbol keseriusan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat dalam mendukung percepatan eliminasi TBC di Kecamatan Malalak.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Wali Nagari Malalak Selatan, Amir Koto, B.Sc, yang mengikuti seluruh rangkaian Lokakarya Mini bersama peserta lainnya sebagai bentuk dukungan pemerintah nagari terhadap pelaksanaan program kesehatan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, khidmat, dan lancar. Diharapkan, komitmen yang telah dibangun melalui Lokakarya Mini ini dapat diwujudkan dalam aksi nyata sehingga target pembentukan Nagari Peduli TBC serta penurunan angka kasus Tuberkulosis di Kecamatan Malalak dapat tercapai secara berkelanjutan.
(Basa)














