Arah Baru PJS 2026: Stop Seremoni, Saatnya Uji Kompetensi Jadi Harga Mati

JAKARTA, METROBATAM.COM – Pro Jurnalismedia Siber (PJS) menetapkan sikap. Tahun 2026 bukan tahun untuk euforia jumlah anggota, tapi tahun pembuktian kualitas.

Di bawah komando Ketua Umum DPP PJS Mahmud Marhaba dan Sekretaris Jenderal DPP PJS Rikky Fermana, PJS resmi menetapkan Tema Nasional 2026:

“Penguatan Kompetensi Wartawan untuk Mewujudkan Pers Siber yang Profesional dan Berintegritas Menuju PJS sebagai Konstituen Dewan Pers.”

Tema ini bukan sekadar slogan di spanduk. Ini adalah garis perjuangan.

Bacaan Lainnya

Mahmud Marhaba dan Rikky Fermana menegaskan, tiket menuju Konstituen Dewan Pers tidak bisa dibeli dengan klaim, retorika, atau banyaknya papan nama pengurus di daerah. Dewan Pers hanya mengakui organisasi yang kuat secara kompetensi.
“Kualitas wartawan, profesionalisme media, kepatuhan terhadap kode etik serta integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar,” tegas DPP PJS.
UKW Jadi Harga Mati

Sebagai bukti nyata, DPP PJS menjadikan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai senjata utama di 2026. UKW akan digencarkan di seluruh Indonesia.

Bagi PJS, UKW bukan sekadar bagi-bagi sertifikat. Ini adalah proses untuk melahirkan wartawan siber yang tahan banting di era disrupsi informasi.

Di saat kecepatan sering mengalahkan akurasi, PJS ingin hadir beda. Kecepatan tetap, tapi akurasi harga mati. Bebas tetap, tapi profesional dan beretika.

“Perjalanan menuju Konstituen Dewan Pers bukan pekerjaan instan. Butuh kerja nyata, konsolidasi yang kuat, dan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan,” lanjut Mahmud – Rikky.

Stop Seremoni

Keduanya juga memberi peringatan keras kepada seluruh DPD dan DPC PJS se-Indonesia. Tahun 2026, stop kegiatan yang hanya seremoni dan foto-foto.

Setiap program harus berdampak langsung pada peningkatan kapasitas wartawan dan penguatan organisasi. Gerakan harus seirama dari pusat hingga daerah.

Dengan semangat “PJS Rumah Kita, PJS Pasti Bisa”, PJS ingin membuktikan bahwa pers siber Indonesia mampu menjadi pers yang profesional, beretika, dan dipercaya publik. Bukan dengan kata-kata, tapi dengan kompetensi, profesionalisme, integritas dan kerja nyata.

Sumber: DPP PJS
Penulis: Awalludin

Pos terkait