Metrobatam.com, Batam – Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau akan melelang seluruh koridor Bus Trans Batam sehingga transportasi publik itu akan dikelola swasta mulai 2017.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Trans Batam Dinas Perhubungan Kota Batam Abdul Madian di Batam, Sabtu, menyatakan swastanisasi Bus Trans Batam itu diharapkan akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Saat ini, terdapat lima koridor Trans Batam, tiga dikelola oleh Damri, satu oleh PT Suluh dan satu yang lain oleh UPT Trans Batam Dishub. Lima koridor itu yaitu Sekupang-Batam Center, Batuaji-Batam Center, Tanjungpiayu-Batam Center, Jodoh-Batam Center dan Jodoh-Sekupang.
“Saat ini kami mengelola Koridor Sekupang-Jodoh. Nanti seluruhya diserahkan atau dilempar kepada operator. Nanti, tahun berikutnya semua akan dilelang,” tutur Madian.
Pemerintah mempersilahkan seluruh perusahaan operator untuk ikut dalam lelang, dan mengikuti prosedurnya dengan baik. Agar perusahaan terbaik bisa memenangkan tender dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam tender, pemerintah menghitung pembayaran per kilo meter yang ditempuh oleh bus.
“Pembayarannya sendiri dihitung rupiah per kilometer. Sementara masyarakat biayanya sama, umum Rp4 ribu pelajar Rp2 ribu,” jelasnya.
Sementara itu untuk bus sekolah pulau-pulau penyangga, masih akan dikelola UPT Trans Batam.
Pemkot Batam menempatkan enam unit Bus Sekolah untuk mengantar pelajar dari dan ke sekolah yang terdapat di sekitar rangkaian enam jembatan antar pulau Jembatan Barelang.
Menurut Madian, jumlah Bus Pelajar di pulau penyangga itu relatif kurang, sehingga tidak dapat memberikan pelayanan maksimal.
“Khususnya ke Galang, kapasitas bus kami sampai 240 persen. Itu artinya kurang, banyak pelajar kita yang disana memanfaatkan bus ini,” kata dia. (Mb/Antara)














