oleh

Kondisi Perekonomian Kepri akan Membaik, Ini Tanda-tandanya

-Ekonomi-63 views

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Menurunnya tingkat perekonomian masyarakat di Kepulauan Riau dalam beberapa bulan terkahir memang sangat terasa. Hal tersebut ditandai dengan menurunnya daya beli konsumen karena sejumlah faktor.

Namun kabar menggembirakan datang dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau. BPSĀ memperkirakan indeks tendensi konsumen di Provinsi Kepulauan Riau pada triwulan kedua tahun 2016 mencapai 107,15.

“Artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan meningkat jika dibandingkan dengan triwulan pertama tahun 2016,” kata Kepala BPS Kepri, Dumangar Hutauruk di Tanjungpinang, Jumat.

Indeks tendensi konsumen di Kepri pada triwulan pertama 2016 sebesar 101,56. Nilai ini menunjukkan kondisi ekonomi konsumen di Provinsi Kepulauan Riau meningkat dibanding triwulan sebelumnya.

“Tingkat optimisme konsumen semakin membaik dibandingkan pada triwulan IV-2015 dengan indeks sebesar 100,68,” ujarnya.

Dumangar mengemukakan tingkat optimisme konsumen pada triwulan kedua 2016 diperkirakan akan meningkat jika dibandingkan triwulan sebelumnya.

Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan II-2016 mendatang ini didukung oleh meningkatnya indeks pendapatan rumah tangga mendatang dan indeks rencana pembelian barang tahan lama, rekreasi dan pesta atau hajatan masing-masing dengan indeks sebesar 106,76 dan 107,85.

“Membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh meningkatnya variabel volume atau frekuensi konsumsi barang dan jasa (nilai indeks 102,11) dan variabel pengaruh inflasi terhadap total pengeluaran rumah tangga (nilai indeks 107,11),” katanya.

Dia menjelaskan indeks tendensi konsumenĀ  merupakan indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik melalui survei tendensi konsumen.

Indeks tendensi konsumen merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan triwulan mendatang. Jumlah sampel survei tendensi konsumen pada triwulan pertama 2016 sebanyak 260 rumah tangga di Kepri.

Pemilihan sampel dilakukan secara panel antar triwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antar waktu. Mulai triwulan pertama tahun 2015 dilakukan penyempurnaan metode pencacahan dan penghitungan indeks tendensi konsumen.

“Responden survei tensensi konsumen dipilih pada strata blok sensus kategori sedang dan tinggi berdasarkan ‘wealth index’ dan merupakan subsampel dari survei sosial ekonomi nasional khusus di daerah perkotaan,” katanya. (mb/antara)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed