Dinkes Kabupaten Karimun Sweeping Produk Kadaluarsa

Metrobatam.com, Karimun – Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun melakukan sweeping produk kadaluarsa di pusat perbelanjaan yang ada di Pulau Karimun, Senin (13/6). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Sensissiana mengatakan, kegiatan tersebut digelar selama lima hari sampai Jumat mendatang (17/6) dan untuk hari pertama kegiatan sweeping dipusatkan di Kecamatan Karimun selama dua hari. “Target kita minimarket dulu dengan sasaran produk berupa makanan dan minuman dalam kemasan kaleng dari luar negeri,” ucap Sensis di ruang kerjanya, kemarin.

Kegiatan yang digelar bekerjasama dengan Dinas Koperasi, UKM dan Perindag itu nantinya akan dilaporkan kepada Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengenai temuan yang didapat dilapangan.

Bacaan Lainnya

Sehingga untuk sanksi atau tindakan selanjutnya akan dilaksanakan oleh BPOM. Sementara dalam kegiatan sweeping itu sifatnya hanya mendata dan memberikan peringatan kepada pemilik pusat perbelanjaan agar tidak menjual produk kadaluarsa jika memang ditemukan.

“Jadi kita tidak menindak dan hanya memberikan teguran keras, karena untuk eksen termasuk penyitaan itu adanya di BPOM nanti kita koordinasikan apa yang kita temukan selama lima hari kedepan. Kalau untuk hasilnya hari ini belum dapat disampaikan, karena baru turun tadi dan sampai sekarang masih di lapangan,” terangnya.

Sweeping produk kadaluarsa menurutnya tidak hanya dilaksanakan rutin dibulan puasa atau menjelang lebaran idul fitri saja, melainkan digelar rutin dengan jadwal yang telah tersusun. Namun tidak untuk dipublikasikan kapan kegiatannya kami laksanakan, karena nanti bisa saja sang pemilik pusat perbelanjaan telah siap-siap menyingkrikan sementara produk kadaluarsanya dan setelahnya kembali dipajang untuk dijual.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan, karena mengacu pada tahun lalu bahwa setiap dilakukan pemeriksaan produk kadaluarsa di satu pusat perbelanjaan, maka sang pemilik dengan cepat memberitahukan kepada seluruh pusat perbelanjaan yang ternyata masih memiliki ikatan saudara, dengan kata lain informasi sweeping cepat bocor. Sehingga ketika kegiatan berpindah ke beberapa tempat langsung tidak ditemukan lagi produk mencurigakan karena diduga telah bocor. “Mau digelar bersamaan tapi tim kita terbatas, jadi kita turun saja dulu memberikan teguran,” kata Sensis.

Karena keterbatasan personil dan anggaran, Sensis pun terpaksa melibatkan tim dari Puskesmas di seluruh Kecamatan di pulau-pulau untuk menggelar kegiatan serupa, sweeping ke pusat perbelanjaan mencari produk kadaluarsa yang selanjutnya dibuatkan laporan tentang temuan di lapangan.

Sensis juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untu cerdas, teliti dan jeli sebelum membeli. Kalau menemukan produk yang kadaluarsa maka masyarakat berhak memberitahukan pepada pengelola bahwa jangan menjual produk kadaluarsa lagi.

(Mb/Haluankepri)

Pos terkait