Spesialis Pembobol Rumah di Karimun Ditangkap Polisi

Foto: Haluankepri

Metrobatam.com, Karimun – Seorang pencuri spesialis pembobol rumah inisial Ra (21) berhasil menggondol isi tujuh rumah di Kelurahan Seipasir, Kecamatan Meral. Padahal, pria asal Jambi ini baru sekitar dua bulan menetap di Karimun. Ra berdalih, hasil curian itu akan digunakan untuk modalnya pulang kampung.

Pria ini sehari-harinya bekerja sebagai nelayan, di Karimun menyewa sepetak rumah di RT/RW 03/01, Kampung Baru, Kelurahan Seipasir, Kecamatan Meral. Selama melakukan aksinya, dia tak pernah melibatkan orang lain. Dia berani menggondol rumah warga setelah mengecek dulu kondisi rumah calon korbannya.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Meral AKP Agung Gima Sunarya melalui Kanit Reskrim Aiptu Hendriansyah dalam keterangan pers di Mapolsek Meral, Rabu (15/6) mengatakan, modus operandi yang dilakukan tersangka adalah dengan berkeliling di sekitar perumahan warga. Setelah melihat sasarannya, dan memastikan kalau lokasi itu aman, maka dia langsung menggasak isi rumah korban.

“Sebelum melakukan aksinya, tersangka berkeliling dulu di sekitar kampung tak jauh dari rumahnya tinggal. Setelah melihat sasaran yang akan menjadi korbannya dan memastikan kalau lokasi itu sudah aman, maka dengan sigap dia masuk ke dalam rumah dan menguras barang berharga yang ada di dalam rumah,” ungkap Hendriansyah.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti seperti laptop, handphone dan kamera digital. Barang-barang tersebut masih disimpan pelaku di rumah kontrakannya itu. Sementara, uang hasil pencuriannya telah habis digunakan pelaku untuk menutupi kebutuhannya sehari-hari.

Kata Hendriansyah, dari tujuh rumah yang berhasil digondol pencuri itu, dua korban diantaranya telah membuat laporan polisi. Begitu adanya laporan itu, maka anggota Unit Reskrim Polsek Meral langsung bergerak memburu tersangka. Pelaku akhirnya berhasil dibekuk tanpa adanya perlawanan di kediamannya, Sabtu (15/6) sekitar pukul 17.00 WIB.

Pelaku kepada wartawan mengatakan, aksinya itu dilakukan pada siang hari disaat pemilik rumah sedang tidak ada. Rata-rata, dia mencuri selang tiga hari sekali. “Rencana saya mau pulang kampung. Makanya saya nekat mencuri. Tapi uangnya sudah habis. Rencana pulang kampung ke Jambi jadinya batal,” tuturnya.

(Mb/Haluankepri)

Pos terkait