Wabup Karimun: Tidak Ada Biaya dalam Penerimaan Siswa Baru

Wakil Bupati Karimun Kepulauan Riau Anwar Hasyim

Metrobatam.com, ┬áKarimun – Wakil Bupati Karimun Kepulauan Riau Anwar Hasyim menegaskan tidak ada biaya dalam penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2016/2017 di setiap jenjang sekolah di daerah itu, baik SD, SMP maupun SMA.

“Setiap sekolah saya minta mengikuti aturan yang telah ditentukan. Jangan sampai masyarakat mengadu karena dipungut saat mendaftarkan anaknya sekolah,” kata Anwar Hasyim di Tanjung Balai Karimun, Selasa.

Bacaan Lainnya

Anwar Hasyim mengatakan kebijakan bebas biaya dalam penerimaan peserta didik baru merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong pelaksanaan Program Wajib Belajar 9 Tahun.

Seluruh biaya yang ditimbulkan dalam penerimaan siswa baru, kata dia, dibebankan kepada sekolah yang telah mendapatkan suntikan anggaran dari pemerintah.

Ia juga meminta kepada warga masyarakat untuk melapor jika dipungut biaya saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri.

“Kami akan beri sanksi bagi sekolah negeri yang memungut uang pendaftaran dalam penerimaan siswa baru,” kata dia.

Ia juga meminta warga masyarakat tidak salah persepsi ketika pihak sekolah memungut uang atau iuran untuk pengadaan baju seragam saat mendaftarkan anak ke satu sekolah.

Pengadaan baju seragam, lanjut dia, memang tidak termasuk dalam kebijakan bebas pungutan dalam penerimaan peserta didik baru.

“Yang boleh dipungut biaya adalah kebutuhan untuk anak, seperti baju seragam. Baju seragam tidak mesti dibeli di sekolah, di luar juga boleh,” ucapnya.

Dalam penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2016-2017, wakil bupati memastikan jumlah ruang belajar mencukupi untuk menampung siswa baru pada setiap tingkatan sekolah.

“Jangan khawatir, masing-masing sekolah diberikan kuota dalam menerima siswa baru,” kata dia.

Sekretaris Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim mengatakan setiap sekolah mendapat kuota penerimaan siswa baru dengan memprioritaskan siswa yang berdomisili di wilayah setempat.

“Yang penting jangan memaksakan untuk masuk sekolah favorit. Jumlah ruang belajar mencukupi dan kita atur agar tidak menumpuk pada sekolah tertentu,” ucapnya.

Dia menjelaskan untuk penerimaan siswa baru tingkat SMA terdapat 32 sekolah se-Karimun, termasuk sekolah swasta, antara lain 17 SMA Negeri, 5 Madrasah Aliyah, 8 SMK dan 2 SMA Luar Biasa.

Tingkat SMP sebanyak 62 sekolah, 50 SMP, 10 Madrasah Tsanawiyah dan 2 SMP Luar Biasa.

Sedangkan tingkat SD sebanyak 148 sekolah, 122 SD Negeri, 12 SD Swasta, 11 Madrasah Ibtidaiyah dan 3 SD Luar Biasa.

(Mb/Antara)

Pos terkait