Jalan Berliku Gerindra-PKS Pilih Anies-Sandiaga Jadi Cagub-Cawagub DKI

Metrobatam, Jakarta – Partai Gerindra dan PKS sudah menjatuhkan pilihan kepada Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai cagub dan cawagub DKI Jakarta 2017. Namun, pilihan ini harus ditempuh dengan jalan memutar. Bagaimana perjalanan kedua partai ini mengusung cagub-cawagub?

Gerindra termasuk yang sejak dini atau sekitar akhir Juli sudah mengumumkan punya bakal cagub DKI, yaitu Sandiaga Uno yang tak lain kader sendiri. Keputusan itu disuarakan langsung oleh ketua umum Gerindra Prabowo Subianto, meski disadari Gerindra hanya punya 15 kursi di DPRD DKI.

Bacaan Lainnya

Saat itu, Prabowo bahkan lantang menyebut pihak yang tak mendukung Sandi sebagi antek asing. Mendapat kepercayaan Prabowo, Sandiaga percaya diri dan tancap gas melakukan sosialisasi dengan warga di beberapa lokasi Jakarta.

Kemunculan nama Sandiaga rupanya juga disambut hangat beberapa parpol, di antaranya PKB dan PAN. Harapan untuk memenuhi kekurangan 7 kursi pun setidaknya selesai karena PKB punya 6 kursi dan PAN 2 kursi. Di luar dua parpol ini Gerindra juga terus berkomunikasi.

Saat bersamaan, Gerindra mulai menjaring nama bakal cawagub untuk mendampingi Sandi. Ada dua nama yaitu Sekda DKI Saefullah dan Sylviana Murni (kini cawagub Agus Yudhoyono -red) yang pada awal September ikut tes cawagub di Gerindra. Satu lagi Yoyok menolak datang.

Tentu Saefullah dan Sylviana bersedia jadi cawagub Sandiaga. Namun rupanya peta politik berubah. Tiba-tiba PKS muncul mengklaim sebagai rekan koalisi Gerindra dengan mengusung Mardani Ali Sera sebagai cawagub yang diklaim sudah mengantongi restu Prabowo.

Parpol yang semula hendak berkoalisi pun akhirnya berpikir ulang. PKB terang-terangan menolak Mardani Ali Sera sebagai cawagub. Namun Gerindra dan PKS tak terlalu hirau, komunikasi politik terus dilakukan dengan parpol lain di luar yang menolak Mardani.

Kemudian Selasa 20 September, dinamika politik berubah lagi. Sandiaga yang sudah diusung Prabowo jadi cagub DKI, tiba-tiba mengumumkan diri siap menjadi cawagub, asal berdampingan dengan mantan Mendikbud Anies Baswedan.

“Level Pak Anies itu kemarin calon presiden,” kata Sandiaga kepada wartawan di Posko Sandiaga di Jl Melawai No 16, Jakarta Selatan, Selasa (20/9).

Kemunculan nama Anies yang dalam survei punya elektabilitas lumayan itu menuai perdebatan di internal PKS dan Gerindra soal komposisi cagub-cawagub. Rapat demi rapat pun digelar hingga larut di tingkat elit parpol, tapi masih buntu.

Saat yang bersamaan, Gerindra dan PKS juga gagal mencapai kesepakatan dengan koalisi Cikeas yaitu Demokrat, PAN, PKB dan PPP yang sedianya punya harapan mengusung satu pasangan cagub-cawagub.

Hingga beberapa jam sebelum pendaftaran pada Jumat (23/9) kemarin, Gerindra-PKS belum menemui titik temu. Bahkan detik-detik jelang pendaftaran, muncul satu tokoh lagi yang sedang ditimang dalam rapat di kediaman Prabowo siang kemarin, yaitu kader PKS bernama Ledia Hanifa. Ledia jadi daya tawar pengganti batalnya Gerindra mengusung Mardani.

Tak banyak yang tahu bagaimana perdebatan itu berlangsung, lantaran elit Gerindra dan PKS juga memilih diam. Barulah sekitar pukul 19.00 WIB perdebatan itu terpecahkan dengan keputusan akhirnya Gerindra dan PKS sepakat mengusung Anies-Sandiaga.

“Anies Baswedan sebagai calon gubernur dan Sandiaga sebagai calon wakil gubernur. Kedua putra terbaik bangsa ini mampu membawa DKI ke arah lebih baik,” tutur Prabowo di kediamannya.

Selang 1 jam kemudian, keduanya didaftarkan sebagai cagub-cawagub DKI dengan jumlah 26 kursi Gerindra dan PKS.(mb/detik)

Pos terkait