oleh

Siang Ini, Mega Antar Ahok – Djarot Mendaftar ke KPUD DKI

Metrobatam, Jakarta – PDIP resmi mencalonkan pasangan Ahok-Djarot untuk Pilgub DKI. Pasangan tersebut akan didaftarkan langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada hari pertama pembukaan pendaftaran calon pilkada serentak hari Rabu (21/9).

“Besok jam 13.00 WIB pendaftaran secara serentak seluruh calon se-Indonesia termasuk di DKI,” ungkap Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira di Gedung DPP PDIP, Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (20/9) malam.

PDIP juga akan mendaftarkan pasangan calon untuk daerah-daerah lain yang akan mengikuti pilkada serentak pada 2017. PDIP sudah mengumumkan 7 pasangan calon kepala daerah di tingkat provinsi.

“Besok sesuai dengan agenda KPU dan partai merencanakan untuk seluruh pasangan calon PDIP secara serentak mendaftarkan diri sebagai pasangan yang diusung PDIP di KPUD masing-masing,” jelas Andreas.

Sementara itu PDIP juga menugaskan masing-masing fungsionaris DPP untuk menghadiri rapat cabang khusus di tingkat daerah. Wakil Ketua Bapilu DPD PDIP DKI Gembong Harsono mengaku tak akan ikut dalam pendaftaran Ahok-Djarot.

“Saya ditugaskan untuk melakukan rapat cabang khusus jam 10.00 WIB. Saya mungkin enggak ikut,” kata Gembong di lokasi yang sama.

Sekretaris DPD PDIP DKI Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, besok Ahok dan Djarot akan diantarkan langsung oleh Megawati mendaftar ke KPUD DKI Jakarta. “Besok kita lihat pukul 13.00 WIB mendaftar ke KPU dari DPP, yang mendampingi Ibu Ketua Umum (Megawati) langsung mengantar Ahok-Djarot,” ucap Prasetyo di lokasi yang sama.

Pesan Mega
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membeberkan pesan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepadanya saat pertemuan di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/9) sore.

Dalam pertemuan itu, Megawati sepakat mengusung Ahok dan Djarot Saiful Hidayat sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dari DPI-P pada Pilkada DKI 2017. Ahok mengungkapkan, Megawati menyampaikan bahwa PDIP merupakan partai ideologis yang didasari Pancasila. Maka dari itu, Ahok diminta untuk memperjuangkan Pancasila.

“Tak ada lagi masalah SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan),” kata Ahok di DPP PDIP.

Ahok menambahkan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila dianggap sebagai dasar dan tak dapat ditawar. Megawati, kata Ahok, meminta kepada dirinya untuk memperjuangkan dasar-dasar tersebut.

Sementara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, ada beberapa pertimbangan yang diambil partainya dalam memutuskan mengusung Ahok-Djarot.

“Pertama, Ahok hingga saat ini adalah petahana Gubernur DKI Jakarta yang bertugas meneruskan tugas pasangan Jokowi-Ahok yang sebelumnya telah diusung PDIP pada Pilkada tahun 2012 yang lalu,” kata Hasto saat deklarasi, Selasa (20/9/2016) malam.

Kedua, langkah mengusung Ahok-Djarot dinilai sejalan dengan ideologi PDIP, yaitu Pancasila 1 Juni 1945 dan Trisakti.

“Ketiga, pasangan Ahok-Djarot dalam pandangan PDIP mempunyai komitmen yang teguh dalam melaksanakan ideologi partai serta mampu bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mengejawantahkan praktik pemerintahan,” kata dia.

Keempat, PDIP menilai pasangan Ahok-Djarot mampu meneruskan dan mengimplementasikan visi dan misi Jakarta Baru yang sebelumnya diusung oleh pasangan Jokowi-Ahok pada Pilkada 2012 lalu.

Hal ini dibuktikan dengan hasil survei selama satu tahun terakhir yang konsisten menunjukkan tingkat kepuasan publik DKI Jakarta yang tinggi terhadap kinerja pasangan tersebut.

“Maka, dengan ini PDIP menyatakan sebagai partai pengusung utama pasangan Ahok-Djarot pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017,” ucap Hasto.(mb/detik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed