Dirjen Pajak Ancam Penjarakan Pejabat Google

A logo is pictured at Google's European Engineering Center in Zurich April16, 2015. REUTERS/Arnd Wiegmann

Metrobatam, Jakarta – Hingga kini perusahaan internet raksasa asal Amerika Serikat (AS), Google ternyata belum juga membayar tunggakan pajak. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan justru menilai Google belum juga menunjukkan niat baiknya ke pemerintah Indonesia.

Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi menegaskan sikap pemerintah kepada Google tidak akan di bedakan. Google dianggap sama dengan wajib pajak dalam negeri lainnya.

Read More

“Kalau menjadi wajib pajak dalam negeri ya perlakuannya sama dan sekarang sedang ditingkatkan ke tingkat penyidikan, bukti permulaan, karena data yang kita miliki tidak sesuai dengan apa yang mereka sampaikan. Itu saja,” kata Ken di kantornya, Rabu (21/12/2016).

Untuk itu, sanksi yang diberikan kepada Google juga akan sama dengan wajib pajak di Indonesia. Bahkan jika tidak juga membayar, bisa saja perwakilan Google dihukum pidana alias penjara.

“Nanti terakhir kalau sudah punya tunggakan, dan dia nggak bayar, nanti urusannya sama ke kabaudit penangkapan. Ya bisa dimasukkan ke penjara juga. Jadi perlakuannya sama. Karena sama-sama subjek pajak dalam negeri,” tambah Ken.

Menurutnya, hingga kini proses penagihan pajak ke pihak Google masih terus dilakukan.

“Kalau mengenai kapan persisnya ya ini sedang dalam proses. Mudah-mudahan sebelum akhir tahun dia mau bayar ya. Kalau enggak ya sama, seperti yang disampaikan Pak Yoga tadi, sanksinya sama,” tukasnya.(mb/okezone)

Related posts