Pemusnahan Barang Seludupan oleh BC Batam Per-awal 2016 Rp 3 M Lebih

Metrobatam.com Batam – Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Kepulauan Riau memusnahkan berbagai barang ilegal hasil pencegahan dari upaya penyelundupan yang dilakukan sejak awal 2016.

“Yang dimusnahkan minuman keras, rokok, makanan ilegal kadaluwarsa. Barang ini hasil pencegahan upaya penyelundupan selama satu tahun,” kata Plh Kepala Bea Cukai Batam, Purnomo di PT Desa Air Cargo Kawasan Pengelolaan Limbah Industri Kabil, Batam, Rabu.

Read More

Rincian barang yang dimemusnahkan adalah 326 botol minuman keras, 18.960 minuman kaleng, 157.488.000 batang rokok dan 2181 kilogram makanan yang sudah kadarluarasa dengan kerugian negara sebanyak Rp548 juta.

“Ini kali ketiga pemusnahan sepanjang 2016. Pemusnahan dilakukan sesuai setandar agar tidak mencemari lingkungan karena barang-barang yang dimusnahkan termasuk kategori limbah cukup berbahaya,” kata dia.

Untuk yang menggunakan kaleng dan botol, pemusnahan dilakukan dengan mesin pres khusus sementara limbah airnya dialirkan pada sebuah penampungan. Rokok dan makanan dimusnahkan dengan cara digiling hingga hancur.

“Pemusnahan harus sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Lingkungan Hidup, tidak boleh menyebabkan atau berdampak pencemaran terhadap lingkungan sekitarnya sehingga pemusnahan dilakukan bekerja sama dengan PT Desa Air Kargo,” kata Purnomo.

Fasilitas di PT Desa Air Kargo selama ini sudah sering dimanfaatkan untuk pemusnahan berbagai produk pangan, obat, hasil tumbuhan karena dinilai memiliki perlengkapan yang memadai.

Purnomo mengatakan sebelumnya BC Batam juga sudah memusnahkan barang tanpa cukai senilai Rp600 juta. Sementara pada Oktober juga dilakukan pemusnahan barang dengan nilai Rp2,2 miliar.

Selain pemusnahan barang berbahaya, kata dia, BC Batam sebelumnya juga menghibahkan barang hasil penggaggalan penyelundupan berupa beras, bawang, gula pada sejumlah wilayah di Kepri.

Kota dan Kabupaten di Kepri yang mendapat hibah tersebut antaralain Kabupaten Lingga, Karimun, Kota Batam, dan Tanjungpinang.(MB/Antara)

Related posts