BTN Siapkan KPR untuk Pekerja Informal Berpenghasilan Rp 2,6 Juta

Metrobatam, Jakarta – Pemerintah melalui Bank Tabungan Negara (BTN) akan segera menerbitkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Mikro dengan bunga di bawah 10 persen. Pemerintah menyasar masyarakat berpenghasilan Rp 2,6 juta atau yang memiliki pekerjaan informal.

Hal ini diputuskan dalam rapat Tindak Lanjut Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (13/2).

Read More

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang ditanggung oleh fasilitas likuiditas pembiayaan perumahaan (FLPP) diperuntukkan bagi masyarakat pekerja formal yang berpenghasilan maksimal Rp 4 juta.

Dengan adanya KPR mikro ini, maka pekerja yang bekerja di sektor informal seperti pedagang sayur di pasar, hingga penjaja makanan keliling seprti tukang bakso, akan lebih mudah mengajukan KPR dan memiliki rumah.

“Yang KPR mikro Rp 1,2 juta hingga 2,6 juta atau yang biasanya informal worker. Ini yang enggak tersentuh oleh FLPP sekarang. Karena FLPP ini hanya untuk yang berpendapatan tetap,” terangnya.

Direktur Utama BTN Maryono menambahkan, target yang disasar bagi pekerja informal sebesar 6,3 juta pekerja. Maryono mengatakan pihaknya dalam akhir bulan Februari ini akan segera mengeluarkan besaran bunga bagi MBR, khususnya KPR Mikro.

“Karena ini nanti bayarnya bisa mingguan atau bulanan. Jadi kita perkirakan bunganya satu digit. Kita belum tentukan. Mungkin antara 7-9%,” kata Maryono. (mb/detik)

Related posts