Ini Alasan Menteri Rini Tunjuk Yenni Andayani Jadi Plt Dirut Pertamina

Metrobatam, Jakarta – Kursi teratas di Pertamina kini diisi oleh Yenni Andayani sebagai Plt Direktur Utama setelah dicopotnya Dwi Soetjipto. Yenni sementara menjadi pemimpin tertinggi sampai ditunjukan pengisi struktur definitif di Pertamina.

Menteri BUMN Rini Soemarno ikut angkat bicara atas alasan Dewan Komisaris Pertamina menunjuk Yenni sebagai Plt Dirut Pertamina. Yenny dipilih dari segi pengalamannya yang dirasa sudah mumpuni untuk sementara waktu sampai ditetapkan Dirut definitif.

Read More

“Nah pejabat sementara itu tadi mereka (Dewan Komisaris) rapat dan bahwa diputuskan ibu Yenni, karena mereka melihat ibu Yenni senior dari jabatan dan termasuk direktur yang 2014 masuk, dan juga karirnya disana terus. Jadi Dewan Komisaris memilih ibu Yenni,” tutur Rini dalam jumpa pers di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (3/2).

Selama masa transisi selama 30 hari ke depan, Dewan Komisaris akan memberikan usulan kepada Rini selaku pemegang saham BUMN. Usulan nama Direktur Utama definitif di Pertamina nantinya akan diserahkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Dewan Komisaris akan memberikan usulan kepada pemegang saham dan kami akan konsultasi dengan Bapak Presiden,” ujar Rini.

Jokowi juga sudah mengatahui dan merestui pencopotan dua direksi Pertamina tersebut. Dengan masalah kepemimpinan yang ada, dikhawatirkan akan mempengaruhi kinerja Pertamina ke depan.

“Beliau (Jokowi) juga melihat ada tulisan di koran mengenai masalah kepemimpinan ini, dan beliau sepakat bahwa keadaan ini membahayakan Pertamina,” tutur Rini.

Komisaris Utama Pertamina, Tanri Abeng, menyatakan bahwa Dirut Pertamina yang baru harus punya kepemimpinan yang kuat, bisa mengambil keputusan dengan cepat, menggerakkan orang-orang di bawahnya, dan bertanggung jawab.

“Dia harus memiliki tim direksi yang tidak hanya memiliki persyaratan sebagai direksi, tapi yang terpenting adalah leadership. Orang yang pimpin Pertamina haruslah mampu menggerakkan organisasi dan memimpin orang-orang yang ada di bawahnya sehingga tidak bisa ditolerir adanya keterlambatan. Tanggung jawab itu ada di orang nomor 1. Jadi kalau ada masalah walaupun dari tukang sapu, itu tanggung jawab Dirut,” kata Tanri.

Kementerian BUMN maupun jajaran Komisaris Pertamina akan mempersiapkan penetapan calon yang definitif. Sementara itu, proses bisnis Pertamina akan berjalan seperti biasa.

Calon nantinya akan diseleksi baik yang berasal dari Pertamina maupun luar Pertamina.

“Makanya diberi waktu 30 hari untuk melakukan search. Biasanya kalau search-nya dari luar lingkungan Pertamina urusan pemegang saham. Kalau dari dalam kami dari Dewan Komisaris beri penilaian,” kata Tanri.

Diupayakan bisa ada hasil dalam waktu dekat. “Mudah-mudahan tidak perlu harus 30 hari ada pengangkatan Dirut baru,” tutupnya. (mmb/detik)

Related posts