Permen yang Diduga Mengandung Narkoba Beredar di Lingkungan Santri

Metrobatam, Kota Batu – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Saifullah Yusuf dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) turun tangan untuk menindaklanjuti isu peredaran jajanan permen yang diduga mengandung narkoba. Isu ini cukup meresahkan masyarakat karena dikabarkan beredar di sejumlah wilayah Jawa Timur dan masuk ke sekolah serta pesantren.

Saifullah Yusuf mengatakan, Pemprov Jatim masih akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk meneliti kandungan permen tersebut. Jika benar permen tersebut mengandung narkoba, Pemprov Jatim akan mengambil tindakan tegas.

Read More

“Saya mendapat laporan ada permen yang mengandung narkoba di Banyuwangi. permen itu beredar di lingkungan santri. Kami sudah koordinasi dengan BNN dan BPOM untuk meneliti kandungan permen tersebut,” katanya saat Musyawarah Nasional BPOM di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu (8/3).

Sementara itu, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia, Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, pihaknya masih melakukan penelitian terkait kandungan zat tersebut. BPOM juga akan memperketat pengawasan terhadap makanan dan minuman, obat-obatan, serta kosmetik yang beredar di pasaran.

“Sampai sekarang kami akan melakukan penelitian kandungan permen tersebut. Kami sangat mewaspadai peredaran permen tersebut,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti di Banyuwangi Dan Surabaya, ditemukan permen yang diduga mengandung zat adiktif yang membuat pembeli merasa ketagihan.(mb/okezone)

Related posts