Metrobatam, Pontianak – Majelis Adat Dayat Nasional (MADN) akan menggelar Kongres Dayak Internasional untuk pertama kalinya di dunia. Acara tersebut akan digelar pada 26 hingga 27 Juli 2017 di Kota Pontianak.
Ketua panitia Alexius Akim mengatakan, Etnis Dayak yang akan mengikut kongres internasional ini tidak hanya yang berada di Kalimantan, melainkan juga dari berbagai belahan dunia.
“Etnis Dayak dari berbagai pelosok Tanah Air dan seluruh dunia ikut hadir untuk membicarakan bagaimana bangsa Dayak ke depannya,” ungkap Alexius kepada wartawan di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (1/6).
Ia menuturkan, ada beberapa alasan kuat kongres ini digelar. Pertama, kongres menjadi jembatan bagi Etnis Dayak antara masa lalu dan masa depan. “Kongres ini menjembatani generasi masa lalu dan masa depan,” jelas dia.
Alexius mencontohkan pada stigma yang melekat jika Etnis Dayak masih terisolasi dan sebagainya.
“Itu dulu dan tidak bisa menolak realita yang terjadi di masyarakat, tapi bagaimana membentuk generasi yang akan datang. Ini yang harus dirajut dan didapatkan dalam kongres,” tegasnya.
Etnis dayak, ditambahkan Kepala Dinas Pendidikan Kalbar ini, harus terus maju. Etnis Dayak juga harus mampu menunjukkan dengan bangsa lain bahwa bisa sejajar dan mampu melakukan sesuatu tanpa dikesampingkan.
Dengan terlaksananya kongres juga akan diluncurkan situs Etnis Dayak yakni http://dayakconex.com/. Website ini nantinya menjadi media informasi kepada publik tentang pelaksanaan Kongres Dayak Internasional I.
Sementara Presiden MADN Cornelis mengharapkan Kongres Dayak Internasional I mendorong pembangunan masyarakat Etnis Dayak. “Mendorong masyarakat Dayak untuk lebih cerdas dan pintar serta tidak menjadi beban negara,” kata Gubernur Kalbar ini.
Ia menuturkan, tantangan utama masyarakat Dayak sama dengan yang dihadapi bangsa ini, yakni mengenai radikalisme dan bahaya narkoba. Menurutnya, hal tersebut tantangan nyata yang dihadapi sekarang.
“Ini mengancam negara ini dan generasi selanjutnya. Kita harus sepakat dan sepaham apa yang harus dikerjakan ke depannya,” pungkas Cornelis.(mb/okezone)














