Metrobatam, Jakarta – Dalam sambutannya di upacara HUT Bhayangkara ke 71, Presiden Joko Widodo mengecam keras adanya kejahatan terorisme, perdagangan narkoba, manusia dan penyelundupan senjata. Jokowi meminta Polri untuk menghancurkan kejahatan tersebut.
Jokowi mengatakan, fenomena globalisasi, demokratisasi dan kemajuan teknologi informasi pasti mempengaruhi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Seperti meningkatnya kejahatan transnasional khususnya terorisme yang menjadi benalu bagi persatuan dan kesatuan bangsa.
“Terorisme telah menelan banyak korban tidak berdosa, termasuk anak balita, anak kita bernama Intan di Samarinda,” kata Jokowi dalam sambutannya sebagai inspektur upacara Hari Bhayangkara ke-71 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (10/7).
Selain itu, terorisme juga memakan korban insan-insan Polri. “Seperti kasus ledakan bom yang terjadi di Sarinah dan Kampung Melayu,” katanya.
Selain terorisme, lanjut Jokowi, perdagangan narkoba, perdagangan manusia, penyelundupan senjata dan kejahatan siber juga merusak dan mengancam masa depan bangsa Indonesia. “Karena itu mereka harus dikejar dan dihancurkan,” tegas Jokowi.
Selain itu mengingatkan soal potensi konflik horizontal maupun konflik vertikal dengan isu-isu primordial, seperti masalah suku, agama dan ras keturunan juga akan meningkat.
“Sehingga Polri perlu melakukan langkah-langkah antisipasi dini agar situasi Kamtibmas stabil dan energi bangsa kita tidak habis untuk hal-hal yang tidak produktif, seperti ujaran kebencian fitnah dan provokasi,” katanya.
Jokowi melanjutkan, Polri juga perlu mempersiapkan diri untuk mengamankan Pilkada Serentak tahun 2018 dan Pemilu Legislatif serta Pilpres serentak tahun 2019. “Agar potensi kerawanan yang ada tidak berkembang menjadi konflik sosial yang meluas,” katanya.
Di tengah serangan terhadap Polri yang terjadi belakangan ini, lanjut Jokowi, Polri harus terus menjaga nilai-nilai ke-Bhinneka-an yang sudah menjadi kodrat bangsa Indonesia. Polri harus terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
“Untuk itu, Polri harus menjaga soliditas internal dan selalu bertindak profesional,” katanya.
Instruksi Perbaikan Internal Polri
Presiden Joko Widodo juga berpesan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memperbaiki sistem manajemen internal. “Saya memberikan instruksi kepada seluruh jajaran Polri untuk terus meningkatkan kinerjanya melalui upaya-upaya memperbaiki manajemen internal,” kata Jokowi.
Menurutnya, perbaikan sistem manajemen internal akan membawa Polri ke arah lebih positif. Dia menegaskan, Polri harus bersih dari praktik tindak korupsi.
Selain itu, lanjut dia, Polri juga harus meningkatkan soliditas dan profesionalisme. Jokowi pun menginstruksikan optimalisasi penggunaan teknologi informasi dalam sistem pelayanan publik yang dilaksanakan Polri.
“(Ini) untuk mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian,” ucapnya.
Lebih jauh, Jokowi menginstruksikan Polri meningkatkan kesiagaan dalam mengantisipasi berbagai potensi ancaman. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, Polri harus menjadi institusi yang lincah dan mampu menyikapi perkembangan situasi secara cepat.
Jokowi pun meminta Polri meningkatkan hubungan koordinasi atau kerja sama dengan institusi lain, serta mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di tengah masyarakat. “Tingkatkan kerja sama, koordinasi, dan komunikasi dengan semua elemen, baik pemerintah, masyarakat, serta kolega internasional,” tuturnya.(mb/cnn indonesia/detik)














