Penembakan Brutal Tentara Thailand: Perkara Utang, 29 Jiwa Melayang

Metrobatam, Jakarta – Tentara Thailand, Sersan Mayor Jakrapanth Thomma, melakukan serangan secara brutal di pusat kota Korat. Peristiwa berdarah ini menghilangkan 29 nyawa, satu di antaranya polisi.

Dilansir dari AFP, motif penyerangan Jakrapanth karena masalah utang. Dia memberondong tembakan di mal Terminal 21 hingga puluhan nyawa melayang.

Insiden berdarah ini dimulai pada Sabtu (9/1) sore di rumah seorang perwira senior ketika Jakrapanth menembak tiga orang, salah satu di antaranya juga seorang tentara. Sebelum melakukan aksinya, Jakrapanth mencuri senjata dari gudang militer untuk memberondong orang-orang di pusat kota.

Dia juga sempat memamerkan aksinya itu melalui postingan Facebooknya, yang memetakan serangan dari barak tentara ke mal kota. Tapi motifnya tetap tidak jelas. Peerapong Chatadee, salah seorang saksi menceritakan adegan berdarah tersebut. Dia juga turut menyelamatkan korban.

“Saya belum pernah melihat yang seperti ini,” kata Peerapong Chatadee.

Aksi Jakrapanth membuat Kota Korat mencekam selama 17 jam. Setelah menembak secara brutal di mal, Jakrapanth bersembunyi di dalam mal.

Pasukan komando Thailand turun tangan melakukan pengepungan. Terdengar tembakan-tembakan ketika pasukan komando Thailand mulai melumpuhkan pelaku saat masuk waktu fajar.

Jakrapanth akhirnya tewas ditembak mati. Dinas keamanan Thailand kemudian merangsek masuk ke lantai dasar untuk membebaskan puluhan pengunjung mal dari amukan tentara itu.

“Dia ditembak mati tiga puluh menit yang lalu (200 GMT), ” kata kepala Divisi Penindasan Kejahatan Jirabhob Bhuridej kepada AFP.

Selain menewaskan 29 orang, peristiwa berdarah ini juga melukai 42 warga sekitar, sembilan di antaranya menjalani operasi.

Wakil Perdana Menteri Anutin Charnvirakul mengatakan, dalam kejadian ini, seorang perwira polisi yang ambil bagian dalam serangan melumpuhkan pria bersenjata tersebut dilaporkan tewas.

“Dia telah dipukul dan sayangnya, dia tidak bisa melakukannya,” kata Anutin.

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan menyodorkan spekulasi soal motif amukan Jakrapanth. Mantan kepala militer itu mengatakan Jakrapanth mengamuk karena masalah pribadi soal utang penjualan rumah untuk tentara. Selain itu, menurutnya barak–tempat Jakrapanth mencuri senjata–sudah dijaga dengan baik.

“Ini bukan kecerobohan. Kami tidak meninggalkan gudang persenjataan sendirian. Kami memiliki orang yang menjaganya,” ungkap Prayut.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tak ada WNI yang menjadi korban. Plt Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah mengimbau WNI yang berada di pusat Kota Korat untuk hati-hati.

“Tidak ada WNI yang jadi korban,” kata Faizasyah. (mb/detik)

Loading...

Related posts