Ini Tanggapan Keras Anggota DPRD Bukittinggi, Ibra Yasser Terkait Pengesahan Omnibus Law

Ibra Yasser, Wakil Ketua Komisi III DPRD Bukittinggi, Sumatera Barat.

Metrobatam.com, Bukittinggi – Omnibus Law RUU Cipta Kerja menjadi pelemik, Hal ini juga mendapat tanggapan keras dari Anggota DPRD Bukittinggi, H. Ibra Yasser.

“Jeritan bathin rakyat, saya menyatakan sekarang telah terjadi krisis moral. Bagaimana rakyat yang telah mempercayakan serta mengamanahkan suaranya pada wakil wakil rakyat, tapi apa yang mereka dapatkan,” ungkap Ibra Yasser, Wakil Ketua Komisi III DPRD Bukittinggi, Sumatera Barat, kepada awak media. Kamis (9/10/2020) malam.

Ibra Yasser juga mengkritisi sikap yang diambil para Anggota Parlemen di Senayan Jakarta tanpa  mempertimbangkan dampak buruk bagi rakyat.

“Malah mereka (Anggota DPR RI,red) khianati. Tahukah mereka, pekerjaan yang diemban sudah bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945,” ucapnya Legislator asal PKS tersebut.

Bacaan Lainnya

“Besar harapan saya pada Presiden RI Bapak Joko Widodo, terbitkan Perpu dan cabut UU Cipta Kerja. Sebab buruh dan Masyarakat menolak keberadaannya dan saya ingatkan juga pada wakil -wakil Rakyat di atas sana, jangan asal ngomong dan asal buat keputusan saja tanpa mempertimbangkan hak hak rakyatmu,” bebernya.

Dampak yang terjadi, Ibra Yasser menegaskan, bahwa hidup ini hanya sementara dan bila saatnya nanti anda akan mempertanggung jawabkan amanah yang dititipkan rakyat kepada kita di akhirat .

Politisi asal PKS Bukittinggi yang dikenal kritis ini, menyayangkan sikap pimpinan DPR RI yang memutuskan tanpa mendengarkan aspirasi wakil –wakil rakyat yang lain.

Penolakan RUU Cipta Kerja oleh Fraksi PKS dan Demokrat di DPR RI, Ibra Yasser sangat mengharapkan kepada Presiden RI untuk memikirkan dampak pengesahan Omnibus Law.

Ibra Yasser juga menanggapi dengan UU cipta kerja ini, sebab tidak memihak pada masyarakat, tutupnya. (Basa)

Pos terkait