Bupati Resmikan Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Karimun

Metrobatam.com, Karimun – Bupati Karimun Dr. H. Aunur Rafiq, M.Si beserta Istri dan didampingi Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim, M.Si, meresmikan Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Karimun. Sabtu, (30/01/2021).

Pencanangan vaksinasi dilaksanakan di gedung pertemuan Rumah Sakit Umum Muhammad Sani pada pukul 09.00 WIB. Turut dihadiri oleh, Sekda Karimun, Asisten I dan III, Kepala Dinas Kesehatan, KasatpolPP, Kakanmenag dan Instansi Vertikal serta Tokoh Agama dan Ormas.

Bacaan Lainnya

Bupati Karimun dalam sambutannya mengungkapkan, dari data terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Karimun sebanyak 400 kasus.

“Pasien yang sedang dirawat sebanyak 36 orang dan 17 orang meninggal,” ungkap Aunur Rafiq.

Untuk Provinsi Kepri sambung Bupati, Kabupaten Karimun merupakan Kabupaten nomor empat jumlah terbanyak terkonfimasi covid-19.

Bupati Karimun dalam sambutannya berharap, dengan dilakukannya vaksin ini dapat mengurangi dan memutuskan mata rantai covid-19 di Kabupaten Karimun.

Pada pelaksanaan vaksinasi pada tahap pertama ini dilaksanakan segala progritas bagi Tenaga medis, Pejabat publik, TNI dan Polri serta Tokoh Masyarakat.

Bupati Karimun dan Wakil Bupati Karimun menyampaikan permohonan maaf, yang seyoginya beliau berkeinginan untuk dilakukan vaksinasi, tetapi dikarenakan Bupati dan Wakil Bupati Karimun tidak memenuhi syarat/kriteria yang dikeluarkan oleh Kemenkes RI untuk dilakukan Vaksinasi.

“Saat ini, saya tidak bisa divaksin karena ada penyakit bawaan dalam tubuh saya, dan Wakil Bupati Karimun dikarenakan masalah umur beliau diatas 59 Tahun. Akan tetapi, saya akan berusaha untuk mencari solusi ke Kemenkes agar kami bisa di Vaksin dalam memberantas covid-19 di Kabupaten Karimun,” ucap Bupati Karimun.

Beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk dapat diberikan Vaksin Covid-19 Sinovac diantaranya :

A. Umur 18 – 59 Tahun.

B. Tekanan darah tidak lebih dari 140/90.

C. Tidak berada dalam salah satu kondisi, diantaranya :

1. Pernah terconfirmasi covid-19.

2. Sedang hamil atau menyusui.

3. Mengalami gejal ispa (Batuk, pilek, sesak napas, dalam tujuh hari terahir).

4. Ada anggota keluarga yang kontak erat, suspek atau terkonfirmasi.

5. Sedang dalam perawatan karena covid-19.

6. Mempunyai riwayat elergi berat.

7. Sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah.

8. Menderita penyakit jantung.

9. Menderita penyakit autoimun sistemik.

10. Menderita penyakit diabetes militus, ginjal.

11. Menderita penyakit reumatik autoimun.

12. Menderita penyakit saluran pencernaan kronis.

13. Menderita penyakit hiperteroid.

14. Menderita kanker, kelainan darah.

15. Menderita HIV dengan angka CD4 kurang dari 200 atau tidak diketahui.

(dul/hms)

Pos terkait