Herman Sofyan : Saya akan Menjaga Marwah Partai

Ketua DPRD Kota Bukittinggi, dari Fraksi Partai Gerindra, Herman Sofyan

METROBATAM.COM. BUKITTINGGI – Usai rapat paripurna yang membahas tentang jawaban Walikota atas pandangan umum fraksi DPRD Kota Bukittinggi terhadap ranperda tentang penyertaan modal daerah ke dalam modal perusahaan perseroan daerah BPRS Jam Gadang dan tentang pengumuman usulan DPP Partai Gerindra terkait pemberhentian dan pengangkatan pimpinan DPRD Kota Bukittinggi,

Ketua DPRD Kota Bukittinggi, dari Fraksi Partai Gerindra, Herman Sofyan angkat bicara dihadapan sejumlah wartawan di Gedung DPRD Kota Bukittinggi, pada hari Kamis, 19 Agutus 2021.

Bacaan Lainnya

Herman Sofyan mengatakan, permasalahan usulan pergantian Ketua DPRD yang diusulkan oleh DPP Partai Gerindra, biarlah menjadi permasalahan saya pribadi dengan internal partai. Disini ada hak-hak saya sebagai warga negara Indonesia untuk membela. Ada hal-hal yang tidak bisa saya sampaikan didepan publik.

Saya tidak mau. akibat kejadian ini dicederai oleh perbuatan-perbuatan anarkis seperti kejadian didaerah-daerah lain. Saya selalu menjaga marwah partai, saya maunya kinerja DPRD tetap kondusif, tanggung jawab moral anggota dewan kepada masyarakat tetap dijalani,” tegasnya.

Lanjut Herman, gugatan ke Mahkamah Partai sudah masuk, dan sudah diterima. Apapun keputusannya nanti akan saya terima, saya hargai dan hormati. Namun jika nanti ada yang tidak sesuai dengan hati nurani dan hak saya, akan lanjut proses ke pengadilan negeri.

”Kejadian ini sebenarnya suatu perbuatan yang tidak pantas, tidak mendasar, yang merusak citra partai, merusak pemerintahan, termasuk merusak lembaga dewan dan merusak tatanan masyarakat,” ucapnya.Ivan Haykel

Menyikapi permasalahan ini, Tokoh Muda Kota Bukittinggi, Ivan Haykel yang sempat hadir di DPRD Kota Bukittinggi mengatakan, kalau Ketua DPRD diganggu tanpa menghiraukan mekanisme yang berlaku sama saja mengganggu stabilitas politik di Kota Bukittinggi, ini tidak bisa dibiarkan. Mereka yang duduk disinikan adalah wakil rakyat kita semua, ada proses atau mekanisme di DPRD ini yang harus kita hormati.

”Jangan bikin gaduh aja anda jadi kepala daerah di Bukittinggi, selama ini aman-aman saja di Bukittinggi kok. Jika satu pihak memaksakan kehendaknya di lembaga ini, stabilitas politik akan terancam. Ini akibat kepemimpinan yang tidak tuntas,” tegas Ivan.

Keprihatinan yang sama diungkapkan oleh Deny Satriadi, aktivis LSM Tikam saat berkunjung di DPRD Kota Bukittinggi. Menurut Deny, ini adalah kesewenang-wenangan Erman Safar selaku Ketua DPC Partai Gerindra Bukittinggi mengganti Herman Sofyan tanpa ada mekanisme yang betul. Tanpa ada peringatan, aba-aba dan yang menyedihkan lagi digantikan oleh Beny Yusrial.

“Kita sama-sama tau, saat Beny jadi Ketua DPRD Kota Bukittinggi pada periode lalu, pedagang diacuhkan, masyarakat tidak pernah ditanggapi kalau menyampaikan aspirasi. Sementara Ketua yang sekarang dinilai masyarakat ramah, kok tiba-tiba diganti oleh Ketua DPC Partai Gerindra, Erman Safar, Ada apa,” heran Deny?

Lanjut Deny, ini sebuah tindakan pendzoliman kalau menurut saya. Dengan tegas, kita akan menolak jika hal ini terus akan dilakukan Erman, tidak benar ini. Bukittinggi ini daerah yang beradab, tidak sepantasnya hal ini terjadi disini dan tidak bisa dibiarkan! (Basa)

Pos terkait