METROBATAM.COM, BUKITTINGGI – Kadis Pariwisata Bukittinggi, Hendry menyebutkan, tidak ada harga tiket masuk ke objek wisata di kota Bukittinggi mengalami kenaikan, masih dengan tarif yang lama, oleh karena itu Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat memastikan harga tiket masuk ke seluruh objek wisata berbayar di daerah setempat masih menggunakan tarif lama dan tidak ada kenaikan.
“Tidak ada perubahan untuk dinaikkan, itu tidak bisa dilakukan saat ini mengingat TMSBK selain sebagai sumber pendapatan daerah juga kami wajib menjaga konservasi flora dan fauna sekaligus edukasi sejarah,” kata Hendry.
“Saat ini harga tiket untuk anak-anak Rp 20 ribu, Dewasa Rp 25 ribu dan Turis Mancanegara Rp 40 ribu, untuk benteng Fort de Kock,” ujarnya.
“Sementara untuk Objek Wisata Panorama Lobang Jepang masih dengan tarif untuk Anak Rp 10 ribu, Dewasa Rp 15 ribu dan Turis Mancanegara Rp 20 ribu,” jelas Hendry, pada Kamis (16/6/2022).
Hendry mengatakan, untuk menaikkan tarif retribusi harus membutuhkan kajian yang lama dan panjang, tidak bisa dilakukan tanpa pertimbangan secara menyeluruh.
“Tidak ada rencana untuk mengkajinya saat ini meskipun sama kita dengar ada beberapa destinasi wisata di berbagai daerah, termasuk saat liburan panjang sekolah ini, bukan berarti bisa dinaikkan begitu saja,” imbuhnya.
Sebaliknya, Hendry menegaskan akan adanya penambahan kualitas dari objek wisata khususnya TMSBK dan Benteng Fort De Kock tahun ini.
“Penambahan satwa diupayakan seperti unggas dan reptil, saat ini kami perlu harga pembanding dari pihak ketiga, revitalisasi akan dibuat Benteng Menyala hingga malam bisa dikunjungi, langkahnya dengan membenahi lampu penerangan, pemaksimalan teater yang sudah dibangun dan rencananya tahun ini selesai,” ucap Hendry.
Ia menambahkan pengembangan objek wisata nantinya akan ditingkatkan dengan melibatkan masyarakat dalam rangka pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. (Basa)














