METROBATAM.COM, BUKITTINGGI – Penanggulangan bencana merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bersifat prefentif, penyelamatan, dan rehabilitatif yang harus diselenggarakan secara koordinatif, komprehensif, serentak, cepat, tepat, dan akurat melibatkan lintas sektor dan lintas wilayah sehingga memerlukan koordinasi berbagai instansi terkait dengan penekanan pada kepedulian publik dan mobilisasi masyarakat.
Upaya mitigasi bencana merupakan salah satu upaya pengurangan risiko bencana. Mitigasi bencana dilakukan untuk mengantisipasi kejadian bencana, guna meminimalkan korban dan kerugian. Upaya-upaya yang dapat dilakukan sebelum terjadi bencana dapat berupa pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Pembangunan fisik dapat dilakukan dengan rekonstruksi bangunan, baik bangunan perumahan, pendidikan, rumah sakit maupun fasilitas umum.
Pada hari Selasa (20/09/2022). Dr.Silvia Angraini.MM Direktur RSUD Bukittinggi menyebutkan, pentingnya kolaborasi antara RSUD dengan BPBD dalam tangap darurat, sebab antara kedua instasi ini saling terkait terhadap penangulangan bencana baik Nasional dan Daerah.
Lebih lanjut Silvia Angraini mengatakan pelatihan ini untuk,
1. Meningkatkan pemahaman tentang konsep dasar dan teori mitigasi bencana
2. Meningkatan kemampuan dalam melakukan perencanaan mitigasi bencana (struktural dan non struktural).
3. Memahami bahaya dan kerusakan akibat bencana
4. Memahami mekanisme kerusakan
5. Memahami cara-cara dan tindakan mitigasi bencana, kegiatan ini di hadiri 60 peserta dari RSUD, dan 15 personil dari BPBD Bukittinggi.
Silvia Angraini, Direktur RSUD Bukittinggi berharap dengan adanya pelatihan bencana kolaborasi antara BPBD dengan RSUD ini dapat mencotakan SDM yang siap tampil untuk keselematan pasien terhadap pelayanan masyarakat, serta mengutamakan kepuasan pasien dan masyarakat yang terdampak bencana. Tutupnya. ( basa )














