Keseruan Bapak dan Ibu-ibu Habiskan Jamu Pakai Sedotan Sepanjang 70 Cm di Melawa Bengkong

Keterangan gambar: Peserta saat mengikuti lomba minum jamu di Melawa Premium Bengkong memperebutkan total hadiah jutaan rupiah, Sabtu (27/1/2024). /Ilh4m/MetroBatam

METROBATAM.COM, BATAM – Suasana Melawa Premium Cafe & Resto Teh Tarik Belakang Padang riuh sedang saat puluhan emak-emak mengikuti perlombaan minum jamu memperebutkan hadiah total jutaan rupiah, Sabtu (27/1/2024).

Pantauan MetroBatam, pembukaan acara oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata yang dihelat di Kawasan Wisata Golden City, Bengkong, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) ini dimulai sekitar pukul 12.30 WIB.

Hadir dalam acara yang ditaja salah satu brand atau merek jamu dari Pulau Jawa, Kalamarta Jamu bekerjasama dengan Manajemen Melawa Premium Bengkong ini di antaranya Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam Nuryanto.

Selanjutnya, tampak pula Politisi Senior Edward Brando, Tokoh Masyarakat Syamsul Paloh, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri Andi beserta wartawan senior yakni Candra Ibrahim, Alfian Zainal dan Novianto.

Bacaan Lainnya

Acara kian heboh, karena Kalamarta Jamu dan Manajemen Melawa Premium Bengkong melibatkan emak-emak di Kota Batam untuk ikut berlomba minum jamu yang dibagi menjadi 10 kelompok dengan peserta masing-masing 5 orang.

Usai membuka acara, Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata langsung praktik sekaligus mencoba menghabiskan jamu menggunakan sedotan sepanjang lebih kurang 70 centimeter (cm) dari dalam botol berukuran 250 milimeter (ml).

Kali ini dia menjadi instruktur percontohan sambil berbagi cara agar bisa menghabiskan jamu dalam waktu singkat.

Ardiwinata menyampaikan bahwa, kegiatan ini akan membuat promosi jamu lebih dikenal khalayak banyak. Batam sebagai kota destinasi wisatawan mancanegara (Wisman), kata dia, selalu berupaya menghadirkan event yang menarik dan mempertahankan sisi tradisional.

“Ini harus menjadi kegiatan yang berkelanjutan, karena belum pernah dilaksanakan. Saya harap usai kegiatan ini, akan ada lomba-lomba minum jamu season berikutnya dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi, dan kalau bisa ada dari luar negeri yang ikut (wisman, red),” ujarnya di lokasi.

Ardiwinata melanjutkan, event tradisional merupakan salah satu poin dalam menggiring pariwisata di mata dunia. Untuk itu, kegiatan seperti ini sangat membantu dalam pengembangan wisata kuliner tradisional yang khas Indonesia.

“Kami (pemerintah, red) akan terus mendorong lahirnya event-event yang bersifat melestarikan budaya hingga kuliner,” sebutnya.

Owner Kalamarta Jamu, Anita Fuad mengungkapkan, event ini digelar bertujuan untuk lebih memperkenalkan minuman tradisional Indonesia ke masyarakat.

Menurutnya, event seperti ini baru pertama kali digelar terkhusus di wilayah Kota Batam dan belum pernah ada produk jamu yang menggelar seperti ini. Untuk itu, pihaknya bersama Melawa Premium Bengkong menginisiasi kegiatan berupa event tradisional tersebut.

“Hampir 50an orang peserta terdiri dari bapak-bapak serta ibu-ibu, dan sekali tampil itu 5 peserta. Kita ambil satu peserta yang tercepat, untuk dilombakan pada tahap selanjutnya,” kata Anita.

Perwakilan Manajemen Melawa Premium Bengkong, Ramon Damora menuturkan bahwasanya, konon jamu merupakan akronim atau gabungan kata antara Jawa dan ngramu. Ngramu artinya mencampur, mempersatukan atau mengumpulkan.

Melalui filosofi di atas, Melawa Bengkong ingin semua energi kebaikan serta kebahagiaan berkumpul dan berkolaborasi menjadi satu melalui event yang didukung penuh Disbudpar Batam maupun Kalamarta Jamu. Hal ini, kata dia, terbukti dengan hadirnya Wali Kota Batam bersama Ketua DPRD Batam.

“Alhamdulillah acara yang digelar disini (Melawa Premium Bengkong, red) sukses serta berjalan lancar. Pesertanya lumayan banyak yang ikut, dan tadi juga mereka terlihat berjoget-joget diiringi musik bollywood,” tandasnya. (Ilh4m)

Pos terkait