METROBATAM.COM, GROBOGAN – Para pedagang di dalam Pasar Jetis Karangrayung merasa resah, pasalnya banyak pedagang liar yang berjualan di luar pasar hingga menyebabkan kemacetan ruas jalan Jetis Karangrayung – Kedungombo – Suru, terutama saat hari pasaran. Bahkan membuat aktifitas di dalam pasar menjadi sepi.
Para pedagang yang menghuni lapak di dalam Pasar Jetis Karangrayung mengatakan, bahwa pedagang liar yang berada di luar pasar ada yang berasal dari luar daerah Karangrayung, bahkan ada yang dari luar Kabupaten Grobogan. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pedagang pasar (S) pada Rabu (5/3/2025).
“Banyaknya pedagang liar yang berdagang atau mangkal di pinggir jalan membuat pasar sepi, mereka itu harus ditertibkan, kami yang berjualan di dalam pasar adalah pedagang yang resmi membayar pajak restribusi, sedang yang berjualan di luar pasar itu pedagang yang asal menempatkan dagangannya di pinggir jalan, dan hanya bayar karcis parkir sebesar dua ribu rupiah,” ungkap S.
“Jika pedagang liar yang berada diluar pasar tidak segera ditertibkan, para pedagang yang berada di dalam pasar akan melakukan aksi serentak dengan menggelar dagangannya di luar pasar,” tambah S.
Adapun salah satu pedagang yang berada di dalam pasar, yang enggan menyebutkan namanya juga menambahkan,” Kami berharap semua pedagang yang berada di luar bisa masuk ke dalam pasar mas, agar semua pembeli bisa masuk ke dalam pasar, jangan berjualan di luar itu bisa menyebabkan yang di dalam pasar sepi, pedagang liar yang di luar pasar itu juga menyebabkan kemacetan loh kalau pas hari pasaran,” ungkapnya.
Sementara itu petugas Pasar Jetis Karangrayung, Sudarwanto mengatakan ” Saya yang mengelola pasar Jetis Kecamatan Karangrayung, kami sudah melakukan upaya mengatasi pedagang yang berjualan di luar pasar, sudah kami peringatkan, karena keterbatasan saya yang mengelola hanya satu orang, harapan saya, nanti akan ada Perdes yang bisa mengatur pasar ini, saya diperintahkan kepala desa untuk menarik restribusi,” katanya.
Adapun faktor yang menyebabkan banyaknya pedagang liar yang berada di luar pasar, Sudarwanto menambahkan, ” Karena kurangnya fasilitas yang berada didalam pasar, bangunan yang belum mumpuni hingga para pedagang yang diluar tidak bisa masuk.” tutup Sudarwanto.
Red @ayik














