Langkah Strategis Pemkab Grobogan Atasi Banjir di Kawasan Perkotaan dengan Rehabilitasi Drainase

Metrobatam.com || Grobogan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan menunjukkan komitmen serius dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda wilayah perkotaan, khususnya di area vital Simpang Lima Purwodadi. Fokus utama penanganan ini adalah melalui rehabilitasi saluran drainase saluran primer di jalan dr Sutomo.

Banjir memang menjadi momok tahunan bagi warga Purwodadi, terutama kawasan Simpang Lima, sering kali menjadi titik genangan air. Kondisi ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk curah hujan ekstrem, luapan sungai-sungai besar di sekitar Grobogan (Serang, Lusi, Tuntang), serta kondisi drainase kota yang sudah tidak mampu menampung debit air.
Rehabilitasi drainase menjadi prioritas dalam mengatasi kondisi tersebut. Pemkab Grobogan telah memasukkan perbaikan drainase di Kecamatan Purwodadi sebagai prioritas pembangunan infrastruktur. Rehabilitasi drainase ini merupakan bagian dari penataan kota.

Agus Suyanto | Perwakilan Kontraktor

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan, proyek rehabilitasi drainase ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas saluran air dan meminimalisir sumbatan yang selama ini menjadi penyebab genangan air terutama di kawasan Simpang Lima Purwodadi, pekerjaan ditekankan untuk memastikan saluran air mampu mengalirkan air dengan lancar, bahkan saat intensitas hujan tinggi.

Bacaan Lainnya
Jamin | Warga Sekitar

“Pekerjaan yang sudah kita laksanakan untuk meningkatkan sarana drainase dari Rumah Sakit Islam (RSI) ke jalan dr. Sutomo sampai ke Sungai Kwarungan atau Kalongan pekerjaan ini sudah kami laksanakan sepanjang 800 meter fisik dengan saluran yang kita pakai udit dengan kedalaman 120 cm dan lebar 1 meter.” Terang Agus Suyanto perwakilan kontraktor pelaksana.

“Pihak pemerintah sendiri pasti akan ada peningkatan lagi pemerintah daerah sudah serius untuk menangani dan menanggulangi banjir-banjir yang ada didaerah tertentu. ” Pungkas Agus.

Langkah Komprehensif dan Terintegrasi
rehabilitasi drainase di kawasan Simpang Lima Purwodadi salah satu bagian dari solusi jangka panjang yang lebih komprehensif.

Pemkab Grobogan juga melakukan langkah-langkah lain, seperti:
Normalisasi Sungai: Melakukan pengerukan dan normalisasi di 25 titik sungai di delapan kecamatan, termasuk Sungai Renggong, untuk meningkatkan daya tampung aliran air.
Pengelolaan Terintegrasi: Berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk menerapkan manajemen satu sungai, satu manajemen, yang melibatkan perbaikan tanggul dan saluran pembuangan utama.
Partisipasi Masyarakat: Mengajak masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan, tidak membuang sampah ke saluran air, dan melakukan pembersihan sedimentasi saluran secara berkala.
Dengan adanya langkah-langkah terintegrasi ini, diharapkan masalah banjir tahunan di Kabupaten Grobogan, khususnya di pusat kota Purwodadi, dapat teratasi secara efektif dan berkelanjutan. Proyek pembangunan drainase di Simpang Lima menjadi simbol nyata dimulainya upaya mitigasi yang lebih serius dari pemerintah daerah.

“Kami selaku warga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Grobogan, dulu setiap hujan selalu ada genangan air, sekarang sudah lancar karena dulu saluran hanya setengah meter dan kini sudah diperlebar satu meter dan air sudah lancar. “Ungkap Jamin warga sekitar.

@Ayk

Pos terkait