BNPB : Korban Banjir-Longsor Sumatra 1.135 Jiwa, Pengungsi Hampir 490 Ribu

Kejaksaan Agung melakukan pergantian 43 kepala kejaksaan negeri sebagai bagian mutasi dan rotasi 68 pejabat di lingkungan Kejaksaan RI. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa penggantian ini tertuang dalam surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor KEP-IV-1734/C/12/2025 tertanggal 24 Desember 2025. "Dalam rangka mutasi dan penyegaran organisasi serta mengisi kekosongan jabatan-jabatan dalam rangka pelayanan dan penegakan hukum yang memerlukan kecepatan," katanya. Adapun surat tersebut ditandatangani Jaksa Agung Muda Pembinaan Hendro Dewanto. Berikut daftar 43 kepala kejaksaan negeri yang baru: 1. Fajar Gurindro sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang 2. Anggiat AP Pardede sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Pringsewu 3. Ryan Palasi sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Datar 4. I Gede Widhartama sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir 5. Lingga Nuarie sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Utara 6. Khristiya Luthfiasandi sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Blora 7. Asvera Primadona sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Prabumulih 8. Bagus Nur Jakfar Adi Saputro sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kepahiang 9. Teuku Panca Adhyaputra sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Belitung 10. Banu Laksamana sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Cimahi 11. Erwin J sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Bulukumba 12. Hendro Wasisto sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Lamongan 13. I Gusti Ayu Agung Fitria Chandrawati sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur 14. Romulus Haholongan sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Blitar 15. Ridwan Sujana Angsar sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Medan 16. Rivo Chandra Makarupa Medellu sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri 17. B. Hermanto sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Ngawi 18. Rama Eka Darma sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa 19. Dino Kriesmiardi sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk 20. Zulham Pardamean sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Barito Selatan 21. R. Indra Senjaya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Klungkung 22. Rozano Yudistira sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Selatan 23. Conny Novita Sahatapy sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan 24. I Putu Eka Suyantha sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Mimika 24. Krisdianto sebagai Kepala Kejalsaan Negeri Kabupaten Banjar 26. Fik Fik Zulrofik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Bungo 27. Fadjar sebagai Kepala Kejaksaan Nengeri Maluku Tenggara 28. Gunawan Wisnu Murdiyanto sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Muara Enim 29. Sterry Fendy Andy sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Buton 30. Eka Nugraha sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan 31. Janu Arsianto sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Seluma 32. Adam Saimima sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura 33. Nislianudin sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep 34. Topik Gunawan sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur 35. Ema Siti Huzaemah Ahmad sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas 36. Erny Veronica Maramba sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya 37. Farriman Isandi Siregar sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Pacitan 38. Hamidi sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Penukal Abab Lematang Ilir 39. Semeru sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi 40. Eben Ezer Mangunsong sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau 41. Budi Triono sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara 42. Abvianto Syaifulloh sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Tengah 43. Olan Laurance Hasiholan Pasaribu sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo.

METROBATAM.COM,JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatra mencapai 1.135 jiwa, setelah terjadi penambahan enam korban jiwa dalam pembaruan data terakhir.

Sementara itu, jumlah pengungsi tercatat 489.864 jiwa yang tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdatin BNPB) Abdul Muhari menyampaikan, operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, dan relawan di sejumlah kabupaten/kota yang masih memiliki daftar pencarian orang.

“Jumlah korban hilang terus berkurang seiring intensifnya operasi pencarian di lapangan,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan harian BNPB, Kamis (25/12/2025).

Bacaan Lainnya

Selain penanganan darurat, pemerintah memberi perhatian khusus pada kesiapan sektor pendidikan. Sekolah-sekolah dijadwalkan kembali dibuka pada minggu pertama Januari 2026 setelah masa libur.

“Aktivitas belajar-mengajar bukan hanya penting untuk keberlanjutan pendidikan, tetapi juga memberi dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana,” jelas Abdul Muhari.

Pemulihan akses jalan terus dikebut. Jalur Bener Meriah–Bireuen kini mulai dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat melalui beberapa jalur alternatif. Sementara itu, ruas Jalan Nasional Takengon–Bireuen secara bertahap pulih dan diharapkan memperlancar distribusi logistik, termasuk energi dari Bandara Rembele, Bener Meriah menuju Takengon, Aceh Tengah.

Sejumlah titik prioritas yang tengah dikerjakan antara lain Jembatan Beli di Lawe Penanggalan, Aceh Tenggara, serta akses di wilayah Nipah, Kabupaten Bener Meriah. Kementerian PUPR menargetkan sebagian besar pemulihan jalan dan jembatan nasional rampung pada 30 Desember 2025, dengan beberapa titik selesai pada awal Januari 2026.

Distribusi bantuan dari Posko Nasional BNPB di Halim Perdanakusuma terus berjalan. Hingga kini, 1.370 ton logistik telah diterima, dengan 1.361 ton di antaranya sudah disalurkan. BNPB masih menyiapkan buffer stock dan memastikan tambahan bantuan dari kementerian, lembaga, dan organisasi masyarakat terus berdatangan.

Penyaluran logistik di daerah tercatat, Aceh telah menerima 37,4 ton melalui jalur udara, Sumatra Utara 8,7 ton melalui jalur darat, dan Sumatra Barat 6,1 ton juga melalui jalur darat seiring pulihnya akses transportasi.

BNPB bersama BMKG dan TNI terus melakukan operasi modifikasi cuaca. Meski hujan secara umum berkurang signifikan dalam satu bulan terakhir, beberapa wilayah masih berpotensi mengalami hujan intensitas tinggi dan banjir susulan. Hingga saat ini, tidak ada laporan penambahan korban akibat banjir susulan tersebut.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk mempercepat pemulihan pascabencana melalui sinergi pusat dan daerah, agar kehidupan masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dapat segera pulih dan bangkit lebih baik. (infopublik)

Pos terkait