BUKITTINGGI, METROBATAM.COM— Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bukittinggi, Zulfadhli Alfa, menjadi pemateri dalam kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Kurikulum KMA 1503 yang dilaksanakan di Aula MAN 1 Kota Bukittinggi, baru-baru ini. Kegiatan tersebut diikuti oleh para pendidik dari berbagai Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) negeri maupun swasta di wilayah sekitar, Kamis, (29/01/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para pendidik terkait implementasi kebijakan kurikulum terbaru dari Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan proses pembelajaran yang bermakna, humanis, serta berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.
Dalam pemaparannya, Zulfadhli Alfa menjelaskan bahwa Kurikulum KMA 1503 mendorong madrasah untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi semata, tetapi juga menekankan pada proses berpikir yang mendalam, reflektif, dan kontekstual melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
Menurutnya, pendekatan ini memungkinkan peserta didik memahami konsep secara utuh serta mampu mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata.
Selain itu, Zulfadhli Alfa juga menekankan pentingnya penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai landasan utama dalam proses pembelajaran di madrasah. KBC, lanjutnya, menjadi ruh pendidikan yang menumbuhkan nilai-nilai kasih sayang, empati, toleransi, saling menghargai, serta penguatan akhlak mulia dalam setiap aktivitas belajar mengajar.
“Kurikulum ini mengajak pendidik untuk menghadirkan suasana belajar yang penuh kepedulian dan cinta, sehingga madrasah tidak hanya mencetak peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepribadian yang kuat,” ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi dan penguatan ini, diharapkan para pendidik dari berbagai jenjang madrasah dapat memahami dan mengimplementasikan Kurikulum KMA 1503 secara optimal di satuan pendidikan masing-masing. Dengan demikian, proses pembelajaran di madrasah dapat berlangsung lebih bermakna, menyenangkan, serta berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan berdaya saing.
(Basa)














