Suasana Lebaran di Alun-alun Kejaksan Cirebon Ramai, PKL Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

METROBATAM.COM, CIREBON – Suasana Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di kawasan Alun-Alun Kejaksan, Kota Cirebon, dipadati ribuan masyarakat sejak pagi hingga malam hari. Warga datang untuk bersilaturahmi, menikmati libur Lebaran, sekaligus berburu kuliner dari para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjejer di sepanjang jalan sekitar alun-alun.

Lonjakan pengunjung di hari pertama Lebaran membawa berkah bagi para PKL. Dagangan laris manis, mulai dari makanan ringan hingga kuliner khas seperti ketoprak, diserbu pembeli. Aktivitas ini mendorong perputaran ekonomi rakyat secara signifikan.

Para PKL yang tergabung dalam paguyuban pedagang Alun-Alun Kejaksan menjadi pelaku utama dalam geliat ekonomi tersebut. Salah satunya adalah Muali, pedagang ketoprak yang merasakan langsung dampak positif dari ramainya pengunjung.

“Alhamdulillah, hari ini ramai sekali. Pembeli terus berdatangan sejak pagi. Ini momen yang sangat kami tunggu karena bisa menambah penghasilan,” ujar Muali.

Bacaan Lainnya

Perwakilan paguyuban PKL juga menegaskan bahwa keberadaan pedagang kecil di kawasan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung ekonomi masyarakat.

Keramaian terpusat di kawasan Alun-Alun Kejaksan, Kota Cirebon, pada hari pertama Idul Fitri, 1 Syawal 1447 H.

Momentum Lebaran dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga sekaligus berwisata kuliner. Hal ini secara otomatis meningkatkan permintaan terhadap produk yang dijual PKL.

Selain itu, harga yang terjangkau dan keberagaman menu menjadi daya tarik utama bagi pengunjung untuk berbelanja di lapak PKL.

Secara ekonomi, kondisi ini memberikan dampak positif bagi para pedagang kecil. Namun, di sisi lain, muncul perhatian terkait penerapan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2019 tentang ketertiban PKL, khususnya di kawasan yang termasuk Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL).

Paguyuban PKL menilai bahwa pada momen tertentu seperti Lebaran, diperlukan kebijakan yang lebih fleksibel.

“Kami berharap ada kebijakan yang lebih bijak dan humanis, terutama saat momen besar seperti ini. PKL bukan hanya mencari nafkah, tapi juga ikut menghidupkan suasana kota,” ungkap perwakilan paguyuban.

Dengan kondisi tersebut, para pedagang berharap pemerintah daerah dapat membuka ruang dialog bersama PKL dan pihak terkait, guna mencari solusi terbaik antara menjaga ketertiban kota dan mendukung keberlangsungan ekonomi rakyat. (JDR)

Pos terkait