Pemkot Kotamobagu Intensif Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar 23 Maret, Jaga Stabilitas dan Ketersediaan Pangan

Kepala Disdagkop Kotamobagu, Ariono Potabuga

METROBATAM.COM, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu terus mengintensifkan pemantauan transaksi bahan pokok di Pasar 23 Maret guna menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Berdasarkan hasil pantauan pada Selasa, 12 Mei 2026, sejumlah komoditas mengalami fluktuasi harga. Salah satu yang mengalami penurunan cukup signifikan adalah daging ayam ras karkas yang turun dari Rp40.000 menjadi Rp33.600 per kilogram. Penurunan ini dinilai membantu meringankan beban belanja masyarakat.

Namun demikian, beberapa komoditas lain justru mengalami kenaikan harga. Daging sapi paha belakang naik dari Rp155.000 menjadi Rp160.000 per kilogram, sementara daging sapi paha depan meningkat dari Rp160.000 menjadi Rp165.000 per kilogram. Harga tomat juga mengalami kenaikan dari Rp18.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kotamobagu, Ariono Potabuga, menjelaskan bahwa perubahan harga dipengaruhi berbagai faktor, seperti distribusi pasokan, tingkat permintaan pasar, hingga kondisi cuaca yang berdampak pada produksi.

Bacaan Lainnya

“Kami terus melakukan pemantauan rutin agar harga tetap terkendali dan pasokan barang berjalan lancar,” ujarnya.

Adapun sejumlah harga bahan pokok yang tercatat pada 12 Mei 2026 di antaranya beras medium Rp13.500 per kilogram, beras premium Rp15.000 per kilogram, cabai merah Rp35.000 per kilogram, bawang merah Rp42.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp18.000 per liter, serta telur ayam ras Rp36.800 per kilogram.

Sementara itu, harga ikan tongkol berada di angka Rp20.000 per kilogram, tempe Rp20.000 per kilogram, tomat Rp20.000 per kilogram, dan sayuran seperti sawi hijau dijual Rp5.000 per kilogram.

Pemerintah Kota Kotamobagu menegaskan akan terus melakukan pengawasan secara berkala serta memperkuat koordinasi dengan distributor dan pedagang guna menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan pokok di wilayah tersebut.

Pos terkait