BANJARNEGARA, METROBATAM – Bukan dengan ceramah panjang, tapi dengan dialog santai dan aksi nyata. Itulah cara Kabupaten Banjarnegara menanamkan budaya anti-korupsi kepada generasi mudanya.
Melalui program Banjarnegara Muda “Berani Jujur, Hebat Masa Depan”, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mendapat apresiasi penuh dari Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI).
Program kolaborasi antara Inspektorat dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Banjarnegara ini digelar di GOR SMP Negeri 1 Mandiraja, Kamis (23/7/2026). SMPN 1 Mandiraja sendiri didapuk menjadi pilot project Sekolah Berintegritas.
“Ini investasi jangka panjang. Pendidikan karakter harus ditanam sejak usia dini agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, dan berani menolak segala bentuk perilaku koruptif,” tegas Kepala Bidang Pengawas Internal GNPK RI Banjarnegara, Rahman Hidayat N.
Rahman menilai langkah Inspektorat dan Dikpora sudah tepat. Korupsi tidak hanya soal uang negara, tapi berawal dari kebiasaan kecil seperti menyontek dan membully yang bertentangan dengan nilai integritas.
Bukan Seremonial, Tapi Budaya
Kepala SMPN 1 Mandiraja, Bambang Kuseno mengaku bangga sekolahnya menjadi percontohan. Menurutnya, integritas bukan kegiatan instan.
“Pembentukan budaya integritas adalah proses berkelanjutan. Hari ini momen penting untuk siswa kami, khususnya kelas 9. Harapannya setelah lulus mereka membawa karakter ini ke jenjang berikutnya dan menularkannya ke teman dari sekolah lain,” ujar Bambang.
Selama setahun terakhir, SMPN 1 Mandiraja fokus pada 3 fondasi: Kejujuran, Tanggung Jawab, dan Disiplin.
Dan ini yang membuatnya beda, sekolah tidak hanya memberi teori. Ada inovasi nyata:
1. SIMANJA: Sistem Informasi Manajemen Kehadiran berbasis digital. Siswa dan orang tua bisa pantau kehadiran secara transparan.
2. Kesepakatan Kelas: Aturan kelas yang dibuat partisipatif oleh siswa dan wali kelas, bukan paksaan.
3. Duta Integritas: Siswa pilihan yang jadi role model kejujuran di sekolah, dibina sejak kelas VII dan VIII.
4. Kampanye Kreatif: Pesan anti-korupsi disisipkan di kegiatan massal seperti jalan sehat.
Program ini sendiri punya payung hukum kuat, yakni Perbup Banjarnegara Nomor 45 Tahun 2019 tentang Implementasi Penerapan Karakter Antikorupsi.
Sekolah Berintegritas untuk Semua
Kepala Dikpora Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo menegaskan, pendidikan ini menyasar SD hingga SMP.
“Siswa diajak praktik langsung kejujuran, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keberanian berbuat baik. Kejujuran adalah kunci utama menjaga keberlangsungan masa depan bangsa,” katanya.
Inspektur Kabupaten Banjarnegara, Agung Yusianto menambahkan, pendekatan yang dipakai tidak menggurui.
“Kami menanamkan integritas secara bertahap dan alami. Lewat dialog komunikatif, siswa paham secara faktual kenapa menyontek dan membully itu harus dihindari,” jelas Agung.
Menurut Agung, Sekolah Berintegritas bukan hanya untuk siswa. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite, hingga orang tua wajib berintegritas, termasuk dalam pengelolaan anggaran yang akuntabel.
Setelah uji coba di SD Negeri 1 Mandiraja dan SMP Negeri 1 Mandiraja, program ini akan dievaluasi untuk diperluas ke seluruh sekolah di Banjarnegara.
Seperti kata GNPK RI, membangun generasi unggul tidak cukup pintar secara akademik, tapi harus kuat integritasnya. Dan Banjarnegara sudah memulainya.














