METROBATAM.COM, LINGGA – TNI kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui gelaran Latihan Operasi TNI Terintegrasi Tahun Anggaran 2026. Latihan strategis skala nasional ini dipusatkan di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 9 Pantai Todak, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), pada Rabu (5/8/2026).
Kegiatan operasional tiga matra, Darat, Laut, dan Udara ini ditinjau langsung oleh jenderal dan pejabat tinggi negara. Tampak hadir di lokasi latihan antara lain Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR-RI Utut Adianto, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta para Kepala Staf Angkatan (KSAD, KSAL, dan KSAU).
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV, Laksamana Muda (Laksda) TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla., yang mendampingi rombongan bersama jajaran Asisten, Komandan Detasemen Intelijen (Dandenintel), dan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Dabo Singkep, menegaskan komitmennya dalam mengawal seluruh rangkaian kegiatan.
“Kami memastikan seluruh dukungan penyelenggaraan latihan di wilayah Dabo Singkep berjalan optimal, mulai dari kesiapan area latihan, logistik, pengamanan, hingga koordinasi lintas unsur,” ujar Dankodaeral IV, dalam keterangan, Kamis (6/8/2026).
Uji Interoperabilitas dan Sistem Komando Tiga Matra
Latihan Operasi TNI Terintegrasi TA 2026 dirancang sebagai tolok ukur kesiapsiagaan operasional gabungan dalam merespons dinamika ancaman pertahanan yang terus berkembang. Berbagai skenario taktis dilaksanakan secara terpadu untuk menguji kesiapan personel, keandalan alat utama sistem senjata (alutsista), efektivitas sistem komando dan pengendalian hingga kemampuan interoperabilitas antarmatra.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodaeral IV, Kolonel Laut (KH) Ign. M. Pundjung T., S.Sos., M.Sc., menjelaskan bahwa, latihan ini berfokus pada terciptanya sinergi kekuatan yang solid.
“Latihan ini merupakan salah satu langkah strategis untuk menguji kemampuan operasi gabungan antarmatra melalui sinergi kekuatan darat, laut, dan udara secara nyata di lapangan,” jelasnya melalui siaran tertulis, Kamis (6/8/2026).
Menhan RI bersama Panglima TNI dan jajaran Kepala Staf Angkatan tidak hanya memantau jalannya simulasi pertempuran, tetapi juga menerima paparan rinci mengenai capaian sasaran latihan sebagai bahan evaluasi pembinaan kemampuan tempur prajurit ke depan.
Penyematan Warga Kehormatan Korps Marinir
Di sela-sela agenda latihan, digelar pula Upacara Pembaretan Warga Kehormatan Korps Marinir TNI AL. Baret Ungu secara resmi disematkan kepada Menhan RI Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR-RI Utut Adianto, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Penyematan Baret Ungu ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi tinggi atas dedikasi, dukungan, serta kontribusi para tokoh tersebut dalam memajukan Korps Marinir dan memperkuat pembangunan postur pertahanan negara.
Rangkaian kegiatan terpadu di Dabo Singkep ini diharapkan tidak hanya memperkuat kemampuan operasional gabungan dan profesionalisme prajurit TNI, tetapi juga menegaskan kesiapan penuh TNI sebagai garda terdepan pelindung kedaulatan dan kepentingan nasional NKRI. (Ilh4m)














