Sumur Kering, Warga Grobogan Menjerit! IJTI dan BPR BKK Purwodadi Datang Bawa Air Bersih

METROBATAM.COM, GROBOGAN – Musim kemarau masih menjadi mimpi buruk bagi warga Grobogan. Sumur-sumur mengering, warga terpaksa merogoh kocek dalam untuk sekadar mandi dan memasak. Di tengah krisis itu, secercah harapan datang.

PT BPR BKK Purwodadi bersama IJTI Muria Raya bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih untuk warga Desa Waru, Kecamatan Karanganyar, Purwodadi, Jumat (7/8/2026). Aksi kemanusiaan ini menjadi oase di tengah dahaga puluhan desa.

Betapa tidak, berdasarkan data terbaru, 42 desa di 16 kecamatan di Kabupaten Grobogan kini terdampak krisis air bersih.

Salah satu potret pilu datang dari Yanti, warga Desa Waru. Dua bulan terakhir, ia harus bertahan hidup dengan membeli air tangki.

Bacaan Lainnya

“Senang dapat bantuan, jadi bisa mengurangi pengeluaran. Biasanya seminggu bisa habis Rp100 ribu untuk beli air, sekarang uangnya bisa dipakai kebutuhan lain,” ujar Yanti dengan wajah lega.

Ia bercerita, air tangki seharga Rp80 ribu hingga Rp100 ribu itu harus dihemat untuk mandi, mencuci, memasak, hingga untuk ternak. Itu pun hanya cukup untuk seminggu. Jika sudah benar-benar kepepet, air galon pun jadi solusi untuk masak dan gosok gigi.

Kondisi inilah yang menggerakkan hati PT BPR BKK Purwodadi. Direktur Utama PT BPR BKK Purwodadi, Anita, menegaskan penyaluran ini adalah wujud tanggung jawab sebagai BUMD milik daerah.

“Pada hari ini kami dari PT BPR BKK Purwodadi bekerja sama dengan IJTI Muria Raya menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat. Saat ini banyak wilayah di Kabupaten Grobogan mengalami kekurangan air,” ujar Anita.

“Kalau target tidak ada. Kami ingin semaksimal mungkin membantu masyarakat. Sebagai badan usaha milik daerah, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk hadir membantu,” tegasnya. Ia memastikan bantuan tak hanya berhenti di Desa Waru, tapi akan diperluas ke wilayah lain bersama kepolisian dan pemerintah desa.

Sementara itu, Bidang Advokasi IJTI Muria Raya, Andi Eko Prasetyo, mengungkapkan hingga kini kolaborasi tersebut telah menyalurkan sekitar 32.000 liter air bersih kepada warga yang paling membutuhkan.

“Ada 42 desa di 16 kecamatan yang mengalami kekeringan. Hingga saat ini IJTI Muria Raya telah menyalurkan 32 ribu liter air bersih. Kami menggandeng berbagai instansi, salah satunya BPR BKK Purwodadi,” jelas Andi.

Di saat warga harus berjalan jauh dan mengeluarkan biaya ekstra demi air, kolaborasi jurnalis dan BUMD ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian masih mengalir lebih deras dari kemarau itu sendiri.

(@yik) 

Pos terkait