NATUNA, METROBATAM.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau, memperkuat koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Batam untuk mendukung pembangunan infrastruktur sumber daya air. Fokus pembahasan meliputi pengembangan jaringan irigasi pertanian, penyediaan air baku, hingga rencana pengendalian banjir.
Koordinasi tersebut dibahas dalam rapat serah terima hibah barang milik negara (BMN) berupa pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Natuna, sekaligus sinkronisasi program BWS Sumatera IV untuk periode 2027–2029. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Natuna, Senin (26/10/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Natuna, Cen Sui Lan, dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna Boy Wijanarko, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Agus Supardi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Wan Syazali, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Suryanto, serta Kepala Bapperida Natuna yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata, Moestofa Al Baqry.
Pertemuan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilannya.
Dari BWS Sumatera IV Batam, hadir Plh. Kepala BWS Sumatera IV Batam Nedy Hidayat, Kepala SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Junaiedy Malay, Kasi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air Wildan Patria Islami, Kasi Operasional dan Pemeliharaan Nul Hanif Sutama, serta Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Dadang Ridwan.
Bupati Tekankan Sinergi Pembangunan
Dalam sambutannya, Cen Sui Lan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan BWS Sumatera IV Batam agar pembangunan infrastruktur sumber daya air sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, koordinasi yang baik diperlukan untuk mendukung sektor pertanian, meningkatkan pelayanan air bagi masyarakat, serta membantu penanganan berbagai persoalan infrastruktur di Natuna.
Ia menilai, komunikasi langsung dengan BWS Sumatera IV dapat memperkuat penyelarasan program, mulai dari pelaksanaan pekerjaan hingga penyusunan rencana pembangunan ke depan.
“Dengan adanya koordinasi langsung bersama BWS Sumatera IV Batam, diharapkan komunikasi terkait pelaksanaan kegiatan, perkembangan pekerjaan, serta perencanaan program pembangunan di Kabupaten Natuna dapat berjalan lebih efektif dan selaras dengan kebutuhan daerah,” ujar Bupati.
Melalui koordinasi tersebut, Pemkab Natuna berharap pembangunan infrastruktur sumber daya air dapat dilaksanakan secara terarah dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Jaringan Irigasi Air Tanah Rampung
Salah satu agenda penting dalam pertemuan itu adalah serah terima hibah BMN berupa pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Pengalihan aset tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan infrastruktur yang telah dibangun dapat dikelola, dimanfaatkan, dan dipelihara sesuai kewenangan pemerintah daerah.
Berdasarkan paparan BWS Sumatera IV Batam, pembangunan JIAT di kawasan Gunung Putri, Kecamatan Bunguran Batubi, mencakup tiga lokasi dengan total panjang jaringan saluran sekitar tiga kilometer.
Infrastruktur tersebut memiliki potensi layanan untuk lahan persawahan sekitar 30 hektare. Pihak BWS juga melaporkan bahwa seluruh pekerjaan telah selesai, dengan debit air sumur sekitar tiga liter per detik pada masing-masing lokasi.
Keberadaan jaringan irigasi ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian, khususnya persawahan, sehingga dapat menunjang produktivitas petani di Natuna.
Meski pembangunan fisik telah rampung, pengelolaan dan pemeliharaan jaringan tetap menjadi faktor penting agar fasilitas tersebut dapat berfungsi secara optimal dalam jangka panjang.
Bahas Embung, Pengamanan Pantai hingga Pengendalian Banjir
Selain serah terima aset, rapat tersebut dimanfaatkan untuk menyelaraskan kebutuhan pembangunan daerah dengan rencana program BWS Sumatera IV Batam pada 2027–2029.
Sinkronisasi ini diperlukan untuk mempersiapkan usulan pembangunan, kebutuhan teknis, persyaratan lingkungan, serta dukungan anggaran agar program yang direncanakan dapat berjalan sesuai prioritas dan ketentuan yang berlaku.
Dalam paparannya, BWS Sumatera IV menyampaikan sejumlah rencana pengembangan infrastruktur sumber daya air di Natuna.
Rencana tersebut antara lain pembangunan Embung Kelanga untuk mendukung kebutuhan air baku masyarakat dan pengairan di empat desa. Selain itu, terdapat rencana pengamanan Pantai Piwang, pengamanan kawasan Bandara Raden Sadjad dan akses menuju Pelabuhan Penagi, serta perencanaan pengendalian banjir di Kota Ranai.
Program-program tersebut masih memerlukan tahapan perencanaan dan koordinasi lebih lanjut agar kesiapan teknis serta kebutuhan pendukungnya dapat dipenuhi.
Pemkab Natuna berharap penyelarasan program dengan BWS Sumatera IV dapat memperkuat upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan ketersediaan air, mendukung sektor pertanian, serta meningkatkan perlindungan terhadap kawasan yang berpotensi menghadapi persoalan banjir dan abrasi.
Melalui sinergi tersebut, pemerintah daerah menargetkan pembangunan infrastruktur sumber daya air dapat berjalan sejalan dengan prioritas pembangunan Natuna, sekaligus memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas pelayanan dasar, dan mendorong kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan. (***)













