oleh

Kasus Kekerasan Anak Panti Asuhan, Saksi Mengaku Diintimidasi Polwan

-Tak Berkategori-71 views

20160217_120319

Metrobatam.com, Batam – Ida dihadirkan sebagai saksi meringgankan oleh Penasehat Hukum (PH) terdakwa Bidan Elvita alias Puang, atas kasus penelantaran anak dan tindak kekerasan di Panti Asuhan Risky Khairunisah di Batu Merah, Batuampar Batam. Saksi mengatakan bahwa BAP itu tidak benar dan banyak salah karena saat dilakukan BAP oleh penyidik Polda Kepri, melalui Polwan Harefah dengan cara pemaksaan.

“Saya dipaksa oleh Polwan itu, jika tidak mengakui akan dipukul. Sementara saya tidak mengetahui kasus itu,”kata saksi mama Ida pada PH terdakwa dihadapan Majelis Hakim di ruang sidang Pengadilan Negeri Batam, Rabu (17/2/2016).

Dalam keterangannya, saksi Ida mengaku sering ke Panti untuk mengantarkan ikan yang sudah dimasak. Tetapi tidak mengetahui adanya kekerasan dan penelantaran apalagi soal rekaman anak anak Panti Asuhan yang dimasukkan terdakwa ke dalam box. Hanya saja, pernah melihat ada luka memar pada tubuh Belkis alias Nurcahaya waktu mengganti pempers. “Dan saat itu langsung saya menanyakan pada terdakwa, jawab terdakwa anak itu jatuh di kamar mandi,” kata Mama Ida

Hal yang sama juga diungkapkan Mama Ijah alias Mama Ambon. Dia mengaku dipaksa penyidik Polwan untuk menandatangani BAP. “BAP itu bukan keterangan saya, itu sudah dibuat penyidik,” ujar Nenek Ijah.

Nenek Ijah bekerja di Panti Asuhan Risky sebagai tukang masak selama 3 bulan. Menurutnya, terdakwa itu baik dan tidak mengetahui kalau terdakwa melakukan kekerasan pada anak panti.

Setelah majelis hakim menunjukkan foto anak anak panti yang mengalami tindak kekerasan dan video rekaman yang isinya perlakuan kekejian, baru Nenek ijah kaget.

Sesuai keterangannya, saat anak-anak menangis didalam panti, nenek Ijah tidak pernah mau melihatnya atau membujuknya. Hal ini menunjukkan bahwa pengakuan dan keterangan nenek ijah banyak bohongnya.

Sebelumnya, keterangan saksi Verbalisan Polwan Harefah selaku Penyidik Polda Kepri menerangkan, tidak pernah melakukan pemaksaan pemeriksaan pada saksi saksi. Dan malah saksi Anisah bercerita (Curhat) soal tindakan kekerasan dan ingin melaporkan terdakwa.

Sidang dipimpin ketua Majelis Hakim Sarah Louis Simanjuntak didampingi hakim anggota Jassael Manullang dan Andi SH. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU ), Martua SH dari Kejari Batam. (nikson simanjuntak)