oleh

Protes Effendi Simbolon, Seniman Kepri Bacakan Puisi

-Tak Berkategori-72 views

puisi untuk efendi simbolon

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Sebagai bentuk protes atas pernyataan Effendi Simbolon yang menyebut demokrasi ala Melayu tak berpendirian, transaksional dan pragmatis, sejumlah seniman dan budayawan di Kepulauan Riau, Sabtu malam (13/2) menggelar panggung puisi di Taman Tepi laut, Tanjung Pinang.

Acara ini dihadiri dan diramaikan oleh para sejumlah seniman, budayawan dan pencinta seni Melayu dari Tanjung Pinang dan Batam. Selain seniman, protes dalam melalui puisi juga dibacakan oleh pejuang pembentukan Propinsi Kepulauan Riau, Dato Huzrin Hood.

Husnizar Hood yang memprakarsai acara ini di laman facebooknnya menyampaikan bahwa demokrasi ala Melayu menurut Efendi Simbolon anggota DPR-RI adalah demokrasi tak punya pegangan cita2 hidup, mencari untung sesaat dan bisa diperjualbelikan. “Melayu tidak seperti itu, ayo kita lawan,”ujarnya.

Seperti diberitakan, masyarakat Melayu di Kepulauan Riau merasa kesal dengan Efendi Simbolon karena pernyataan politikus PDI Perjuangan, Effendi Simbolon yang menyebut demokrasi ala Melayu menjadi berkonotasi negatif. Sebelumnya, Effendi secara blak-blakan menyebut bergabungnya tiga partai politik asal Koalisi Merah Putih (KMP) ke kabinet Presiden Joko Widodo merupakan bentuk politik ala Melayu yang tidak punya idealisme. Sebab, PAN, PPP dan Golkar sebelumnya memang menjadi pendukung Prabowo Subianto di pemilu presiden 2014 lalu.

Tentu saja pernyataan Effendi membuat tokoh-tokoh Melayu gerah. Sejumlah budayawan dari Kepulauan Riau menganggap pernyataan Effendi sebagai sebuah pelecehan tak mendasar. Analogi yang digunakan juga tidak mencerminkan realitas sebenarnya. (edja)