Jegal Ahok Jadi Gubernur, Forum RT/RW Demo Balai Kota, Apa Kata Warga?

Metrobatan, Jakarta – Forum RT/RW akan menggelar aksi damai menolak kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Jumat (16/9). Diduga aksi ini merupakan satu upaya untuk menjegal Ahok supaya tidak terpilih menjadi gubernur dalam Pilkada mendatang.

Sekretaris Jenderal Forum RT/RW DKI Jakarta, Lukmanul Hakim mengatakan, peserta aksi akan mencapai 4.000 orang yang berasal dari pengurus RT/RW se-DKI Jakarta. Forum ini juga mengajak warga yang sepaham untuk ikut bergabung menyuarakan aspirasi di Balai Kota dan DPRD. Terkait aksi demo ini, bagaimana tanggapan warga?

Bacaan Lainnya

Munjirin (54), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengaku tak pernah mendengar soal keberadaan forum ini. Ia pun tidak sependapat dengan para pengurus RT/RW yang melakukan unjuk rasa.

“Enggak betul kalau mereka ngajak-ngajak begitu,” kata Munjirin ditemui di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (16/9).

Sebab, kata Munjirin, perangkat RT dan RW telah diberi uang operasional dari pemerintah untuk mengurus warganya.

Munjirin mengatakan, Ketua RT dan RW yang menggunakan jabatannya untuk memengaruhi pilihan politik warga sebaiknya mundur saja. “Kalau memang tidak sepakat dengan gubernurnya ya mundur sajalah, pilih RT/RW yang bisa kerja sesuai aturan dan kepentingan warga,” ujar dia.

Hal yang sama diungkapkan Heni Setyarini (32), warga Cikoko, yang pernah mendengar soal penggalangan 3 juta KTP oleh Ketua RT/RW di Jakarta Timur untuk menolak Ahok. Heni mengatakan, para pengurus RT dan RW bisa saja menolak aturan, tetapi tidak dengan menggalang dukungan.

“Loh yang mau protes kan dia sebagai ketua RT dan RW, kenapa pakai mengatasnamakan warga? Itu kan kepentingannya dia,” kata Heni.

Heni sendiri mengaku sebagai pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Oleh karena itu, Heni tak akan mendukung gerakan RT/RW yang menolak Ahok ini.

Sementara itu, seorang warga Cakung, Hidayat (49), mengacungi jempol atas aksi damai yang akan akan dilaksanakan Forum RT RW hari ini. Kata Hidayat, mereka bisa mewakili aspirasi warga yang selama ini tak didengar. Hidayat mengatakan selama ini Ahok kurang mengayomi warganya.

“Bicara kasar, RT dan RW dipaksa pakai Qlue, tidak bisa jadi pengayom warga,” ujar dia.

Kendati demikian, Hidayat mengaku tidak akan mengkuti unjuk rasa hari ini karena tidak sempat.

“Kalau Pak RT dan RW pensiunan bisa ikut ya, sayangnya saya mau berangkat kerja nih, he-he-he…,” ujar Hidayat.

Sekretaris Jenderal Forum RT/RW Lukmanul Hakim menyatakan bahwa forum ini sudah membentuk presidium di masing-masing wilayah. Formulir 3 juta KTP warga DKI untuk menolak kepemimpinan arogan pun sudah disebar dan dikumpulkan (mb/kompas)

Pos terkait