Metrobatam, Surabaya – Peredaran narkoba yang terjadi di wilayah Provinsi Jawa Timur (Jatim) hampir 80 persen dikendalikan dari lapas. Di dalam lapas tidak hanya ada satu jaringan, melainkan ada beberapa jaringan narkoba.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim Brigjen Fatkhur Rahman pada sejumlah wartawan di kantornya, Senin (31/7). Pihaknya akan menindaklanjuti adanya kabar tersebut (jaringan lapas) untuk diungkap.
“Hampir 80 persen peredaran narkoba di Jatim dikendalikan dari lapas. Kami sedang berusaha membongkar jaringan tersebut, tapi sampai sekarang kami masih kesulitan,” terang Fatkhur.
Ia menjelaskan, terbaru pihaknya berhasil mengamankan seorang kurir sabu-sabu berinisial TS (50) warga Pasuruan. Serta melakukan tindak tegas (tembak mati) pada pelaku lain, AS (26) warga Pasuruan karena mencoba kabur saat ditangkap.
Dalam kasus tersebut, BNNP Jatim mengamankan barang bukti (BB) berupa sabu-sabu seberat 3 kg. Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka ada kaitannya dengan jaringan lapas Porong. Sehingga tim akan bergerak ke lapas Porong dan koordinasi dengan Kanwilkunham Jatim.
“Pengungkapan sabu-sabu seberat 3 kg masih sebagian kecil. Masih ada jaringan lebih besar dengan barang bukti yang mencapai sepuluh kali lipat, yang belum diungkap. Saya perkirakan sabu-sabu yang ada di Jatim bisa ratusan kg, kebanyakan dari Cina dan Taiwan,” paparnya.
Disinggung apa ada kaitannya dengan ditangkapnya 93 WNA di perumahan mewah tepatnya Bukit Darmo Golf Surabaya pada 29 Juli 2017, ia mengaku masih akan mendalami. Apakah ada kaitannya atau tidak.(mb/okezone)














