Belasan Peserta Upacara HUT Ke-72 RI di Jayapura Pingsan

Metrobatam, Jayapura – Belasan peserta upacara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-72 di Stadion Mandala Jayapura pingsan.

Pantauan di lokasi, upacara yang baru berlangsung sekira pukul 10.15 Wit tersebut, dalam cuaca yang sangat panas, sehingga sekira 15 peserta upacara yang terdiri dari siswa SMP, SMA, Perguruan Tinggi pingsan saat jalannya upacara.

Dokter Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Yamamoto mengatakan, belasan peserta upacara yang pingsan tersebut dalam kondisi yang tidak fit saat upacara berlangsung.

“Fisik mereka belum siap, bisa jadi juga mereka tidak sarapan pagi, sehingga mereka tidak kuat saat upacara, terlebih cuaca sangat panas sehingga mereka pingsan,” kata dr.Yamamoto di Stadion Mandala, Kamis (17/8).

Bacaan Lainnya

Namun, katanya, seluruh peserta yang pingsan bisa diatasi di posko perawatan medis yang telah disiapkan di Stadion Mandala. “Tidak perlu kita evakuasi ke rumah sakit, cukup disini sudah teratasi,” ucapnya.

Dikatakannya, antisipasi perawatan medis saat pelaksanaan upacara HUT ke-72 Republik Indonesia telah dilakukan dengan menurunkan tim kesehatan gabungan dari seluruh instansi baik TNI maupun Polri.

“Kita sudah cukup tenaga kesehatan yang siaga dalam upacara ini, ada dari polisi, ada dari TNI baik AU, AD dan AL serta Dinas Kesehatan Provinsi Papua, termasuk pihak lain, juga turut serta,” katanya.

Sementara di Medan Peringatan hari kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia dirayakan dengan berbagai cara. Tak terkecuali bagi aparat kepolisian khususnya di Polda Sumatera Utara.

Dalam video yang diunggah channel Youtube ‘Film Polda Sumatera Utara’, sekira ratusan personel Polda Sumut merayakan kemerdekaan dengan menari kolosal. Uniknya, ketika menari mereka menggunakan ulos Batak, kain khas wilayah tersebut.

Pada Kamis (17/8), Indonesia merayakan kemerdekaan. Namun, video tersebut sudah diunggah pada 15 Agustus 2017 dengan durasi sekira 5.32 menit dengan judul “Keren!! Meriahkan HUT RI ke 72, Polisi Sumut Menari Kolosal Menggunakan Ulos Batak”.

Sementara di sub judul, dituliskan bahwa tarian kolosal tersebut diiring lagu ‘Anak Medan” persembahan Polda Sumatera dalam rangka HUT kemerdekaan RI ke 72.

Pantauan Okezone, mereka menari di halaman Mapolda Sumut. Dengan barisan yang teratur mereka menari sambil diikatkan kain ulos di bahunya. Kemudian diikuti, satu per satu personel kepolisian berlari kecil masuk ke dalam halaman Mapolda, sambil mengangkat bendera merah putih yang diikat pada sebuah batang.

Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh personel polisi pria, namun polisi wanita juga turut meramaikan kegiatan tersebut. Kekompakan dan keceriaan tampak terlihat jelas di wajah-wajah personel Korps Bhayangkara itu.

Di akhir tarian, personel kepolisian itu membentuk angka dan tulisan ‘HUT RI 72’ dan ditutup dengan pernyataan Kapolda Sumut Paulus Waterpauw.

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-72, Merdekaaaaa,” ujar Paulus diiringi para jajarannya.

Upacara di Tengah Waduk

Sementara Pasukan UPK Badan Air atau yang dikenal dengan pasukan oranye di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur merayakan hari kemerdekaan RI dengan cara unik. Mereka menggelar upacara dan mengibarkan bendera di tengah waduk.

“Tadi upacara di Waduk (daerah) Penggilingan, Cakung. Peserta upacara UPK Badan Air Kecamatan Cakung,” kata Pemantau UPK Badan Air Kecamatan Cakung Khorib Muhazir saat berbincang, Kamis (17/8) malam.

Khorib mengatakan ide upacara di tengah waduk itu berasal dari teman-temannya untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Upacara itu digelar pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB, pasukan pengibar bendera tetap memakai seragam pasukan oranye dan berpeci .

“Inspirasi dari anggota, kita kan pekerja UPK Badan Air kerjanya sama air jadi kenapa nggak kalau upacara di air. Ini juga baru pertama kali upacara di air,” tuturnya.

Tentu saja sebelum upacara berlangsung, para pasukan oranye ini harus mengecek kondisi lapangan. Mereka tak sembarangan berdiri di tengah waduk untuk menggelar upacara jika tidak aman.

“Sebelumnya kita harus bersihkan sampah-sampah di aliran itu. Kita ada surveinya juga, dicek kedalamannya membahayakan atau nggak, kalau ternyata aman semua ya sudah dikondisikan,” ceritanya.

Khorib mengakui jika aksi upacara di tengah waduk itu menyedot perhatian warga. Usai kegiatan upacara, pasukan oranye kembali bekerja dan sore harinya kegiatan dilanjutkan dengan aneka lomba.

“Memang tadi banyak yang nonton. Selain upacara kita kan juga ada lomba, tapi baru sore hari setelah selesai bekerja,” ucap Khorib.

Kegiatan itu juga diapresiasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji. Isnawa memuji mereka sebagai pahlawan penjaga kebersihan.

“Itu inisiatif mereka sendiri. Mereka adalah pahlawan kebersihan Jakarta yang menjaga, memelihara dan berhasil mengubah wajah Jakarta menjadi lebih bersih dan indah. Pasukan oranye telah menjadi pahlawan kota Jakarta,” puji Isnawa.(mb/okezone)

Pos terkait