Terkait Siswa SD yang Tewas Berkelahi, Polisi Tak Tahan Pelaku

Metrobatam, Bandung – Kepolisian Resort Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terus mendalami kasus meninggalnya siswa kelas 2 SD, Saepul Rahman (8), setelah berkelahi dengan temannya. Siswa SDN Longkewang Desa Hegarmana, Kabupaten Sukabumi itu terkapar di lapangan sekolah usai berkelahi.

Perkelahian tersebut terjadi pada Selasa 8 Agustus 2017 pagi sekira pukul 07.00 WIB. “Hasil pemeriksaan, korban dengan terduga ini ribut biasa anak-anak,” ujar Kapolres Sukabumi, AKBP Syahdudi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telefon, Rabu (9/8).

Dari hasil pemeriksaan, terbukti kuat, D merupakan terduga dalam kasus perkelahian tersebut. “Terhadap D ini, kami enggak tahan,” katanya.

Menurut Syahdudi, ‎tidak dilakukannya penahanan dilatarbelakangi Pasal 1 UU No 11 tahun 2012 terkait dengan anak yang diduga sebagai tersangka.

Bacaan Lainnya

Untuk langkah hukumnya, polisi melakukan diversi pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. “Pertimbangannya karena masih anak-anak,” tandasnya.

Saepul ditemukan terkapar di lapangan sekolah kemarin pagi. Ditemukan luka di pelipis kiri Saepul Rahman berdasarkan hasil autopsi di RSUD Sekarwangi Cibadak. “Cuma itu bukan penyebab kematian kata dokter,” ungkap Kapolres Sukabumi AKBP‎ Syahdudi saat dikonfirmasi Okezone melalui telefon, Rabu (9/8).

Belum dapat disimpulkan penyebab kematian Saepul Rohman, namun tim medis menemukan adanya kelaian di kepala korban. Kendati begitu, perlu waktu sekira 2 minggu untuk mengetahui apa sebenarnya kelaian tersebut.

Pihaknya masih memeriksa teman alharhum berinisial D, yang terlibat perkalian kemarin pagi. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi. Sementara jenazah Saepul sudah dimakamkan.

Belum diketahui penyebab perkelahian antara Saepul Rohman dan temannya D. Polisi pun tidak menahan D karena masih dibawah umur.(mb/okezone)

Pos terkait