Metrobatam, Karawang – Krisis air bersih merupakan persoalan yang acapkali menghantui sebagian besar masyarakat di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Data dari Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat, 23 ribu warga lima kecamatan di wilayah ini sudah mengalami kekurangan air.
Kawasan yang mengalami krisis air bersih terparah adalah Desa Cinta Asih, Kecamatan Pangkalan. Masyarakat di wilayah itu harus rela berjalan kaki belasan kilometer untuk bisa mendapatkan air bersih. Pasalnya, sumur-sumur mereka telah kering.
Ahmad (45), warga setempat mengaku, masyarakat di kampungnya sudah beberapa bulan ini kesulitan air bersih. Dia dan warga lain kelimpungan mencari sumber air yang masih bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah, masih ada air yang bisa diambil. Memang lokasinya cukup jauh dari rumah. Tapi, lumayan bisa dipakai untuk keperluan mandi dan memasak,” ujar Ahmad, Selasa (12/9).
Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, misalnya untuk keperluan MCK, warga rela meskipun jarak ke sumber air ini cukup jauh. Sedangkan untuk keperluan minum dan memasak warga harus membeli air bersih dari sejumlah penjual air keliling.
Dia menambahkan, kekeringan ini bukan kali pertama terjadi. Setiap musim kemarau, krisis air bersih kerap melanda Desa Cinta Asih. Meski demikian, pemerintah seakan kurang peduli dengan bencana musiman ini.
“Kami harap pemerintah segera turun tangan. Karena, ini adalah masalah kebutuhan pokok,” cetus dia.(mb/okezone)














