Ada Ribuan TKA China, Maluku Utara Antisipasi Risiko Virus Corona

Metrobatam, Halmahera – Provinsi Maluku Utara melakukan antisipasi terhadap penyebaran virus corona yang berasal dari China. Pasalnya, di provinsi tersebut terdapat ribuan tenaga kerja asing (TKA) asal China di pertambangan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk, seperti di Bandara Babullah, Ternate.

Bacaan Lainnya

Pemasangan thermal scanner di Bandara Babullah dilakukan petugas Kantor Kesehatan dan Karantina Ternate. Alat pendeteksi suhu tubuh tersebut ditempatkan di ruang kedatangan. Tiap penumpang yang datang diperiksa suhu tubuhnya sebelum dibolehkan keluar bandara.

Koordinator Petugas Kesehatan dan Karantina Wilayah Bandara, Muhazir, menyatakan jika ada penumpang yang memiliki suhu tubuh di atas normal atau di atas 38 derajat Celcius, akan dikarantina untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Hingga saat ini belum ditemukan warga negara asing asal China maupun warga lokal yang masuk ke Ternate terinfeksi virus corona,” tuturnya, Senin (27/1).

Di luar bandara, Pemprov Maluku Utara hingga kabupaten/kota juga telah menyiapkan ruang isolasi khusus di rumah sakit dan fasilitas kesehatan bagi suspect penderita corona.

Sementara itu, PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), perusahaan pengembang kawasan industri di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, yang banyak mempekerjakan TKA asal China menyatakan telah melakukan langkah pencegahan penyebaran virus sejak 7 Januari lalu.

“Jadi sebelum naik ke pesawat karyawan kami sudah dicek suhu tubuhnya di bandara (China). Perusahaan juga sudah menginformasikan kepada karyawan keterangan mengenai corona virus, gejala dan cara pencegahannya,” ujar Associate Director of Media and Public Relation PT IWIP Agnes Ide Megawati, kepada CNN Indonesia.com.

Manajemen IWIP juga memutuskan tidak akan mendatangkan staf dari China ke site IWIP di Weda, Halmahera Tengah. Langkah itu diambil sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus.

“Sejak 22 Januari sampai waktu yang belum ditentukan. Untuk tim medis di klinik perusahaan di site juga sudah disiapkan,” ucap Agnes.

Sebagai ‘gudangnya’ perusahaan tambang, di Maluku Utara terdapat ribuan pekerja asing. Sebagian besar dari mereka berkewarganegaraan China.

Pada Januari 2019, Kantor Imigrasi Tobelo yang membawahi wilayah kerja Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Pulau Morotai mencatat ada 500 lebih TKA di empat kabupaten tersebut.

Sedangkan Kantor Imigrasi Ternate yang membawahi wilayah kerja Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu, dan Halmahera Barat menyatakan pada periode tersebut ada 1.853 TKA yang bekerja di enam kabupaten/kota tersebut. (mb/cnn indonesia)

Pos terkait