Isu Ribuan Kapal Asing di Laut Natuna Utara, Begini Kata Pangkoarmada I

Keterangan gambar: Pangkoarmada I, Laksda TNI Arsyad Abdullah, memantau situasi laut Natuna Utara dari dalam atas pesawat, Jumat (17/9/2021). Foto/Dispen Koarmada I

METROBATAM.COM, RANAI, NATUNA – Beredar isu tentang keberadaan ribuan kapal asing di wilayah laut Natuna Utara, Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Laksamana Muda (Laksda) TNI Arsyad Abdullah, mengatakan hal itu tidak benar atau tidak berdasar.

Hal ini disampaikan dalam Konferensi Persnya, setelah melaksanakan patroli udara di laut Natuna Utara menggunakan pesawat jenis King Air U-6401, pada Jumat (17/9/2021), guna memastikan kebenaran adanya ribuan kapal asing tersebut.

Bacaan Lainnya

“Jangankan ribuan, puluhan kapal asing saja tidak dijumpai. Memang ada beberapa kapal jenis kargo dan tanker, yang sedang melintas di laut Natuna Utara. Kita sudah sama-sama melihat dan selama melaksanakan pemantauan udara, hanya menemukan kapal-kapal perang kita (KRI). Terkait isu yang berkembang akhir-akhir ini, tentang adanya ribuan kapal asing di laut Natuna Utara, menurut saya tidak berdasar, justru saya mempertanyakan dari mana sumber informasinya serta bukti apa yang mendasari pernyataan tersebut,” kata Laksda TNI Arsyad, Sabtu (18/9/2021).

Dijelaskan Pangkoarmada I bahwa, TNI Angkatan Laut (AL) dalam hal ini Komando Armada (Koarmada) I, melaksanakan tugas mengamankan Perairan laut Natuna Utara, dengan menggelar operasi yang bernama Siaga Segara 21. Ini sebagai salah satu implementasi pelaksanaan tugas TNI AL, sesuai dengan Pasal 9 Undang-Undang Republik Indonesia (UU- RI) Nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Selain itu, masih kata Pangkoarmada I, Koarmada I mendeploy (berbaris) lima (5) Kapal Republik Indonesia (KRI) di Laut Natuna Utara, yang selalu siaga 24 jam. Hal itu diatur sedemikian rupa pola operasinya, agar setidaknya ada tiga (3) atau empat (4) KRI selalu melaksanakan operasi di laut, sementara lainnya melaksanakan bekal ulang bahan bakar, air tawar, dan bahan makanan. Sehingga dapat memantau kapal-kapal yang kemungkinan memasuki perairan yurisdiksi Indonesia di laut Natuna Utara.

“Selain KRI, Operasi (Ops) di laut Natuna Utara juga melibatkan pesawat udara TNI AL, sebagai perpanjangan mata, bagi unsur KRI yang melaksanakan operasi di laut Natuna Utara. Pemantauan melalui pesawat udara akan sangat efektif, karena dalam waktu yang relatif singkat dapat menjangkau area yang luas. Sehingga dapat memantau perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) di laut Natuna utara, guna memastikan kebenaran isu yang berkembang terkait kehadiran ribuan kapal asing di laut Natuna Utara,” ujarnya.

Lanjutnya Pangkoarmada I, komitmen TNI AL sangat jelas, sesuai instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, bahwasanya akan menindak tegas segala bentuk tindak pidana dan pelanggaran di laut.

“Komitmen TNI AL sudah jelas, sesuai instruksi KSAL agar menindak tegas segala bentuk tindak pidana dan pelanggaran di laut dengan berpedoman pada hukum Nasional dan hukum Internasional yang telah diratifikasi (pengesahan),” tandasnya. (Ilh4m)

Pos terkait